Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Wacana Jokowi Soal Hukum Mati Koruptor Hanya Retorika, Bukan Ketegasan

SENIN, 16 DESEMBER 2019 | 00:24 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wacana hukuman mati yang disampaikan Presiden Joko Widodo dinilai hanyalah sebagai retorika ketegasan bukan fakta ketegasan.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Amnesty Internasional, Usman Hamid saat mengisi diskusi 'Koruptor Dihukum Mati, Retorika Jokowi?'.

"Saya melihat  secara retorika tegas namun secara fakta itu lembek," ungkapnya di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (15/12).


Usman menjelaskan, banyak negara yang telah menghapus hukuman mati karena terbukti hukuman tersebut bukan jalan keluar dan tidak sepenuhnya menimbulkan efek jera.

"Bahkan Kanada pun kemarin telah mencabut hukuman mati itu dari negaranya. Hukuman mati justru menunjukan kegagalan penyelenggaraan pemerintahan," jelasnya.

Kendati begitu, Usman tetap mengatakan bahwa korupsi merupakan kejahatan yang sangat serius. Oleh karena itu. penanganannya pun harus dengan langkah-langkah yang serius.

"Gerakan anti korupsi itu sebenarnya tertinggal. Namun apapun kejahatannya usahakan tidak dengan hukuman mati," katanya.

Sebelumnya Jokowi bicara soal hukuman mati saat mendapatkan pertanyaan dari siswa SMKN 57 Jakarta dalam acara #PrestasiTanpaKorupsi.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya