Berita

Eks Mendag Enggartiasto Lukita/Net

Politik

Pengamat: Kebijakan Impornya Gagal, Alasan Kuat KPK Jerat Eks Mendag Enggar

MINGGU, 15 DESEMBER 2019 | 21:44 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Lewat gerakan #TangkapEnggar, Iwan Sumule mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindak mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita lantaran dinilai ugal-ugalan dalam melakukan impor beras.

Analis politik dari Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah berpendapat, ada orang kuat yang berada di belakang Enggar sehingga sampai saat ini KPK belum juga menyentuh politisi Nasdem itu.

“Bukan KPK yang tidak menyentuh Enggar, tetapi dalam kasus ini KPK pun berada dalam posisi sulit,” kata Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (15/12).


Menurutnya, KPK memerlukan waktu lebih banyak untuk mengangkat kasus Enggar ke meja hijau. Kata Dedi, gagalnya serangkaian kebijakan impor selama menjabat Mendag, harusnya jadi alasan kuat KPK dalam menjerat Enggartiasto Lukita

“Andai kata Enggar berdalih tidak merugikan  negara secara langsung. Tetapi kebijakan impornya jelas gagal, dan itu cukup alasan membuat KPK bergerak,” katanya.

Ketika ditanya mengenai adanya campur tangan petinggi Nasdem dalam seluruh kebijakan Enggar. Dedi menangkap tidak menutup kemungkinan orang besar di belakang Enggar dari partainya sendiri.

“Anggapan itu tidak sepenuhnya salah terlebih memang Enggar bagian dari Nasdem,” tutupnya.

Diketahui, ada 20 ribu ton beras di gudang Bulog yang akan dimusnahkan. Beras senilai Rp 160 miliar itu akan dimusnahkan karena membusuk. Disebut-sebut beras membusuk karena Enggartiasto Lukita saat menjabat Mendag melakukan kebijakan impor secara ugal-ugalan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya