Berita

Drajad Wibowo/Net

Politik

Drajad Wibowo: Soal Data, BPS Harus Jujur Dan Akurat

MINGGU, 15 DESEMBER 2019 | 16:35 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suharyanto memprediksi perekonomian Indonesia akan buram pada tahun 2020 mendatang.

BPS menganalisa, keburaman ekonomi Indonesia tersebut disebabkan oleh perang pasar antara Amerika dan China, ekonomi global yang melemah, penurunan komoditas dan investasi batubara yang terjun bebas hingga mencapai 45 persen.

Pakar ekonomi dari INDEF, Drajad Wibowo mengatakan, dirinya agak kurang percaya dengan data yang dikeluarkan BPS. Lantaran pernah mengeluarkan data perihal pengangguran dan kemiskinan yang kurang akurat.


“Sebagai catatan, saya termasuk ekonom yang sering menyangsikan kebenaran data BPS. Jika sebelum 2010, saya menyangsikan data pengangguran dan kemiskinan BPS,” ucap Drajad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (15/12).

Drajad juga pernah mencurigai BPS tidak akurat mengenai bisnis dan konsumsi yang banyak lesu tapi pertumbuhan ekonomi tetap di angka 5 persen.

“Tapi sejak 2014, data yang paling mendasar seperti PDB (produk domestik bruto), pertumbuhan dan inflasi pun hemat saya mencurigakan. Setelah lembaga asing tidak percaya data ekonomi Indonesia, baru berbagai pihak “terbuka pikirannya”,” jelasnya.

Dia berpesan, agar BPS apa adanya dan tidak ada kepentingan politis dalam mengeluarkan data faktual terlebih data tersebut dalam bidang ekonomi.

“BPS harus jujur dan akurat. Itu sangat krusial. Yang penting BPS kerja benar dan jujur saja,” tandasnya.


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya