Berita

Oesman Sapta Odang/Net

Politik

Hanura: Kalau Mau, Pak OSO Bisa Jadi Ketua Wantimpres

MINGGU, 15 DESEMBER 2019 | 15:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Partai Hanura sejak awal mendukung Presiden Jokowi. Sikap itu adalah pilihan politik ideologis yang tidak mengenal rumus tukar guling atau mengenal pamrih.

Hal itu disampaikan disampaikan oleh Ketua Pelaksana Musyawarah Nasional (Munas) Hanura, Benny Ramdhani saat
ditanya soal Hanura yang tidak mendapat jatah kursi Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres)

"Sebetulnya tidak hanya Wantimpres, kenapa Hanura tidak menempatkan kader-kadernya di Menteri Kabinet. Karena sejak awal Hanura menegaskan dukungan kita tidak harus dibayar dengan posisi atau jabatan di pemerintahan," ujarnya saat hubungi Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (15/12).

"Sebetulnya tidak hanya Wantimpres, kenapa Hanura tidak menempatkan kader-kadernya di Menteri Kabinet. Karena sejak awal Hanura menegaskan dukungan kita tidak harus dibayar dengan posisi atau jabatan di pemerintahan," ujarnya saat hubungi Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (15/12).

Benny menambahkan, OSO pun sebenarnya mendapat tawaran untuk masuk dalam Wantimpres, bahkan bisa saja sang ketua umum mendapat jatah sebagai Ketua Wantimpres.

"Kalau beliau menerima bisa saja Ketua Wantimpres Pak OSO bukan Wiranto, tapi sekali lagi sikap negarawan Pak OSO sebagai bentuk konsistensi atas sikapnya sejak awal bahwa ini kepentingan politik ideologis dia buktikan," terangnya.

"Saya tidak sedang mendukung Jokowi untuk kepentingan diri saya. Tidak sedang mendukung Jokowi untuk kepentingan Partai saya, tapi untuk 265 juta rakyat Indonesia," ujarnya Benny menirukan apa yang disampaikan OSO.

Diketahui baru kemarin sembilan penasihat presiden dilantik untuk kerja lima tahun ke depan, mereka diantaranya; Wiranto, Sidarto Danusubroto, Mardiono Bakar, Dato Sri Tahir, Putri Kuswisnuwardani, Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, Agung Laksono, Arifin Panigoro dan Soekarwo.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya