Berita

Sri Mulyani/Net

Politik

Ekonom UI Setuju BPS, Ekonomi Melambat Dan Anjlok Di 2020

MINGGU, 15 DESEMBER 2019 | 12:42 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Secara mengejutkan Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan pernyataan yang membuat Menkeu Sri Mulyani sakit kepala. BPS memprediksi ekonomi Indonesia akan buram di 2020 karena berbagai faktor.

Beberapa di antaranya, perang dagang antara Amerika dan China, ekonomi global yang mengalami kemerosotan, batubara anjlok di angka 45 persen dan menurunnya komoditas.

Ekonom muda dari Universitas Indonesia (UI) Fitra Faishal menilai bahwa data faktual yang digelontorkan BPS merupakan tantangan bagi pemerintah.


Tantangan tersebut tentu lebih berat dari tahun 2019. Sebab, dari sisi eksternal semakin tidak mendukung adanya perbaikan.

“Karena saat ini masih sangat dipenuhi ketidakpastian dan membaca arah kebijakan Trump juga enggak tahu ke mana arahnya,” ujar Fitra kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (15/12).

Fitra pernah memproyeksikan hal yang sama dengan BPS, yaitu pada 2020 ekonomi Indonesia akan mengalami pelambatan dan anjlok dari angka 5 persen yang digembar-gemborkan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ini lantaran, tantangan Indonesia sendiri dari sektor domestik dari sisi industrinya cukup signifikan.

“Dampaknya, akan ada krisis, Indonesia akan mengalami pelambatan, meski ada potensi lima persen dari sisi industri,” tambahnya.

Sementara mengenai pernyataan Menkeu Sri Mulyani yang kerap menyebut Indonesia akan stabil di 2020, menurut Fitra sebatas sikap menjaga optimisme dari pemerintah. Pasalnya, pemerintah memang bertugas menggiring optimisme di tengah masyarakat.

“Kita tidak bisa menyalahkan juga pemerintah, kalau pemerintah pesimis gimana nanti, justru ini tantangannya,” tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya