Berita

Chris Kanter minta pihak berwenang usut rekening kasino kepala daerah/Net

Politik

Pengusaha: Usut Rekening Kasino Kepala Daerah

MINGGU, 15 DESEMBER 2019 | 00:15 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kembali bikin geger. Pasalnya ada jejak transaksi keuangan sejumlah kepala daerah yang dilakukan di luar negeri dalam bentuk rekening kasino. Pengusaha Indonesia pun minta hal ini segera diusut.

Pasalnya, perilaku kepala daerah tersebut terindikasi sebagai tindak pidana koruptif.  Karena menyembunyikan harta kekayaan yang tidak dilaporkan kepada negara.

"Itu harus, mesti ditindaklanjuti oleh institusi yang berwenang. Entah BPK kah, Kejaksaan kah, Polisi, KPK, kan sudah jelas PPATK bilang," ujar Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Chris Kanter di Jakarta, Sabtu (14/12).


Semua institusi yang berwenang, lanjut Chris, berhak memeriksa Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang dimiliki oleh sejumlah kepala daerah yang diduga melakukan tindakan tersebut.

"Apakah sudah dilaporkan dalam LHKPN? Kalau belum ya langsung ditindaklanjuti, karena pastinya ada penyalahgunaan kewenangan," sambungnya.

Pengusaha papan atas ini juga berpendapat, tindak tanduk kepala daerah yang cenderung koruptif itu bakal menghambat masuknya investasi di Indonesia. Artinya negara bakal merugi sekian kali lipat karena kasus ini.

"Makanya itu bukan rahasia umum. Banyak sekali hal-hal seperti itu," lanjut Chris.

"Misalnya, Bupati A punya uang segini. Kan ada laporan harta kekayaan negara, tinggal usut. Jangan nunggu tertangkap tangan. PPATK kan enggak mungkin asal," pungkasnya.

Sebelumnya, PPATK menyatakan adanya dugaan penempatan dana yang signifikan dalam bentuk valuta asing dengan nominal Rp 50 miliar di rekening kasino di luar negeri.

Dana-dana itu belum diketahui pemiliknya hingga saat ini. Akan tetapi, PPATK mendapatkan dana hasil judi tersebut digunakan untuk membeli emas di luar negeri juga.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya