Berita

SBY/Net

Politik

SBY Sedang Sindir Eks Tim Ekonomi Yang Beri Usulan Cetek Ke Jokowi

KAMIS, 12 DESEMBER 2019 | 15:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pidato bertajuk “Refleksi Akhir Tahun” yang disampaikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat pujian dari pengamat kebijakan publik Hidayat Matnoer.

Hidayat mengaku setuju dengan peringatan dari SBY agar negara mulai waspada dengan penerimaan yang masih minus. Terlebih ujung dari masalah penerimaan itu akan ditutup oleh utang yang tidak produktif.

“Pernyataannya ini penting, karena disampaikan oleh seorang mantan presiden yang tim ekonominya dulu sampai saat ini masih menguasai kebijakan fiskal Indonesia,” terangnya kepada wartawan, Kamis (12/12).


Di balik pernyataan itu, Hidayat menilai bahwa SBY sedang melancarkan kritik pada tim ekonomi yang dulu dipakainya, yaitu Sri Mulyani cs.

Pasalnya, masukan yang diberikan Sri Mulyani kepada Presiden Joko Widodo tidak lagi jenius dan gagal menghindari diri dari shortfall pajak dan jebakan utang.

“Tim ekonominya yang dulu dikenalnya jenius dengan ide-ide out of the box. Kok sekarang mengusulkan ide yang cetek nan sederhana, yaitu mencari utang baru untuk menutupi kekurangan pajak,” ujar pengamat kebijakan publik dan moneter Indonesia itu.

Menurutnya, tim ekonomi yang sekarang berada di bawah kendali Jokowi seperti sedang malas memberikan opsi kebijakan yang sophisticated . Cenderung menjadikan utang sebagai pemecah kebuntuan.

“Bukankah utang bangsa hari ini yang diciptakan hari ini tidak produktif? Bahkan salah satu ekonom telah melakukan riset utang LN daya ungkitnya terhadap growth semakin rendah,” tegasnya.

Atas alasan itu, Hidayat menyampaikan rasa terima kasih kepada SBY yang sudah mau mengkritisi tim ekonomi Jokowi. Apalagi, selama ini tim tersebut selalu mendapat puja dan puji sebagai yang terbaik di dunia.

“Jadi erhentilah untuk merasa yang terbaik di dunia, bila solusi ekonomi yang kalian tawarkan hanya dengan terus akumulasi utang yang terus nonproduktif,” demikian Hidayat.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya