Berita

Jurubicara KPK, Febri Diansyah/RMOL

Politik

Koruptor Bebas Berpolitik, KPK: Mereka Itu Sudah Berkhianat

KAMIS, 12 DESEMBER 2019 | 04:22 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku kecewa dengan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tidak melarang mantan narapidana kasus tindak pidana korupsi untuk menjadi Kepala Daerah.

Putusan tersebut diakui tak sesuai harapan lembaga antirasuah meski pada akhirnya harus tetap menghormati putusan Majelis Hakim MK.

"Harapan KPK sebenarnya para pelaku korupsi ini dibatasi semaksimal mungkin agar tidak lagi memimpin masyarakat," ucap Jurubicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Rabu malam (11/12).


Bagi KPK, para koruptor telah mengkhianati negara dan masyarakat Indonesia. Sehingga, koruptor tidak pantas untuk memimpin suatu daerah.

"Ketika mereka sudah dipercaya, mereka sudah berkhianat dengan melakukan penyalahgunaan kewenangan dan kepercayaan dari publik," tegas Febri.

Kendati demikian, pihaknya tetap menghormati keputusan MK untuk 'merestui' koruptor ikut Pilkada. Ke depan, ia berharap ada aturan yang jelas dalam mempersempit upaya perilaku koruptif oleh para calon.

"Tinggal dibuat aturan yang lebih rinci di PKPU," tutupnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya