Berita

Luhut Binsar Pandjaitan/RMOL

Politik

Luhut Minta Menteri Dan Pejabat Tinggi Tidak Hanya Mau Didengar

RABU, 11 DESEMBER 2019 | 18:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Koodinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengadakan pertemuan dengan para menteri di bawahnya dan para pimpinan lembaga non pemerintah, di Kantor Lemhanas, Jakarta Pusat, Rabu (11/12).

Dalam kesempatan tersebut, pakar ekonomi sekaligus managemen dari Massachusets Institute of Technic, Prof. Otto Scharmer menyampaikan pemaparan dan presentasi.

Luhut mengatakan para menteri yang hadir cukup antusias dalam acara tersebut, dan meminta agar para menteri mampu mendengar dan tidak hanya mau didengar.


"Tadi bisa dilihat kan, menteri-menteri yang hadir walaupun cuma satu sesi, tetapi mereka sangat antusias. Jadi menteri-menteri itu harus belajar mendengar juga, jangan hanya mau didengar saja. Turun ke bawah dan mendengar langsung. Lemhanas mengorganisir ini sangat baik," ujar Luhut.

Luhut lalu menjelaskan bahwa pertemuan semacam ini sangat penting, kedepannya dia akan mengusulkan untuk mungkin mengadakan pertemuan sejenis, khusus untuk para menteri.

"Pertemuan semacam ini dimulai awal oleh DPR RI, dan outcome-nya sangat bagus. Dan ternyata yang awalnya ada perbedaan-perbedaan, sekarang mereka lebih guyub, kenapa? Karena national interest," ucapnya.

Dia juga sudah mengusulkan untuk menggelar pertemuan seperti hari ini, yang semula hanya dengan DPR.

"Nanti bisa diikuti oleh pejabat-pejabat tinggi dari kementerian dan lembaga, atau pejabat tinggi daerah dengan maksud untuk menyatukan pemahaman dan jangan kita terkotak-kotak. Mungkin nanti disisipkan lagi pemahaman-pemahaman mengenai Pancasila, NKRI dan UUD 1945," tandas Luhut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya