Berita

Bobby Afif bersama mertua Presiden Jokowi/Net

Nusantara

Pemilih PDIP Terbelah Gara-gara Menantu Jokowi

SELASA, 10 DESEMBER 2019 | 15:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pemilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Medan, Sumatera Utara terbelah menghadapi Pilkada 2020.

Hal itu terjadi setelah munculnya nama menantu Presiden Joko Widodo, M. Bobby Afif Nasution menjadi kandidat Walikota Medan dari PDIP.

"Pemilih PDIP di Medan terpecah pasca munculnya nama Bobby. Pemilih PDIP dan pendukung Jokowi ternyata belum bulat menentukan pilihan, baik itu ke Bobby maupun Akhyar Nasution," kata Direktur City Research Center (CRC) Ara Auza seperti dilansir dari Kantor Berita RMOL Sumut, Selasa (10/12).


Menurutnya, jika Bobby batal maju, maka peluang petahana Akhyar semakin kuat mengingat akan solidnya mesin PDIP.

Sementara Bobby punya tugas besar jika serius maju di Pilkada Medan. Selain harus merapikan kekuatan internal PDIP karena kuatnya figur Akhyar yang juga merupakan kader PDIP, Bobby juga masih dikenal sebagai sosok menantu Jokowi.

"Dalam dua kali pertarungan Pilpres di Kota Medan, Jokowi mengalami kekalahan dua kali berturut-turut. Elektabilitas Bobby diprediksi mandeg di angka 10 persen jika Akhyar maju di pilkada dan konsolidasi ke lapisan masyarakat lemah," jelasnya.

Ara mengatakan, beberapa responden pemilih Jokowi ternyata banyak juga yang belum menentukan pilihan dan bahkan ada pula yang tidak memilih Bobby.

Menurutnya, jika serius untuk maju, Bobby harus mulai mengkonsolidasikan gerakan ke lapisan masyarakat secara rutin.

"Bobby masih punya waktu untuk meningkatkan elektabilitasnya agar bisa menyaingi elektabilitasnya Ihwan dan Akhyar," katanya.

CRC sebelumnya mengeluarkan rilis terkait peta politik jelang Pilkada Kota Medan.

Hasilnya, Ihwan Ritonga (Gerindra) berada di peringkat pertama dengan persentase 19,7 persen, disusul Akhyar Nasution dengan 13,4 persen, Bobby Nasution 9,7 persen, Salman Alfarisi 9,3 persen (PKS), dan Dahnil Anzar Simanjuntak 5,6 persen.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya