Berita

Foto:RMOL

Politik

Kepala LIPI: CPNS, Merekrut Orang Baik Dengan Proses Yang Baik

SABTU, 07 DESEMBER 2019 | 11:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) sepertinya menjadi harapan bagi semua orang di Indonesia.

Profesi ini diidam-idamkan banyak orang karena selain pendapatan gaji yang lumayan, tentu saja karena ada jaminan hari tua alias pensiun.

Namun, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko memiliki pemikiran yang bertolak belakang dengan asumsi banyak orang.


Sebab menurutnya, orang baik tidak ada yang mau jadi PNS.

Hal itu disampaikannya dalam acara diskusi publik berteman "Meracik Pegawai Negeri Super" di Hotel Ibis Tamarin, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12).

Handoko mengatakan hal itu bukan asal alasan, peneliti LIPI ini merujuk kepada proses seleksi PNS yang memiliki kecenderungan banyak KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme).

Kendati begitu, menurutnya itu adalah lagu lama.

Saat ini proses seleksi PNS sudah sangat bagus karena masuk sistem dimana semua orang dari seluruh wilayah dapat mengikuti proses seleksi tanpa terkecuali.

"Jadi mengambil orang baik melalui proses yang baik. Jadi entry itu sudah bagus diperbaiki," katanya.

"Begitu dapat orang baik masuk dia tidak toleran dengan keburukan. Apa yang dilakukan yakni perbaikan manajemen internal sudah sangat baik," sambungnya.

Dengan perbaikan sistem tersebut maka dampaknya produktifitas dan mainset berubah. Manajemen itu kemudian dikembangkan dalam reward dan punishment.

"Anak baik itu akan terdistorsi jadi orang buruk kalau lingkungannya kotor. Sesimple itu. Kalau Anda nakal kita kasih hukuman atau pencopotan, kalau baik kita kasih peningkatan karir," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya