Berita

Logo TVRI/Net

Politik

Wahai Dewas Yang Pecat Helmy Yahya, Sering-seringlah Nonton TVRI

JUMAT, 06 DESEMBER 2019 | 17:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemecatan sepihak Direktur Utama TVRI Helmy Yahya oleh Dewan Pengawas TVRI menuai polemik. Pasalnya, pemecatan dilakukan tanpa ada dasar yang jelas.

Kini beragam spekulasi muncul. Salah satunya menyebut bahwa pencekalan dilakukan karena ada usaha dari penguasa untuk menancapkan orang-orangnya.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio geram jika dugaan pelengseran Helmy didasarkan urusan bagi-bagi kue.  


“Kalau memang benar seperti itu, justru Dewan Pengawas yang harus dilengserkan karena sudah melanggar Pancasila, terutama sila persatuan Indonesia,” kesalnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (6/12).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Hensat itu memuji Helmy Yahya yang berhasil membawa perubahan di TVRI. Hal itu terlihat dari kualitas siaran TV nasional yang makin digandrungi masyarakat.

Menyindir keputusan pemecatan itu, Hensat meminta Dewan Pengawas TVRI untuk sesekali menonton chanel sendiri.

“Saya sarankan untuk dewan pengawas TVRI sering-sering nonton TVRI. Karena dengan sering nonton TVRI mereka akan tahu bahwa TVRI sudah berubah,” tambahnya.

Tidak hanya siaran, Hensat yang pada Pilpres 2019 lalu kerap diundang dalam acara debat TVRI juga terkagum dengan teknologi modern yang dipakai.

“Teknologi yang mereka miliki luar biasa, berubah, dan sangat jauh lebih baik,” tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya