Berita

Sri Mulyani/Net

Bisnis

Jokowi Harus Panggil Sri Mulyani, Minta Evaluasi Total Bea Cukai

JUMAT, 06 DESEMBER 2019 | 16:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Penyelundupan spare part motor gede Harley Davidson tipe Shovelhead dan sepeda gowes asal London Brompton di kabin pesawat Garuda tipe Airbus A 330-900 yang baru dibeli dari pabrikan Perancis membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani geram.

Kasus penyelundupan di Bea Cukai memang kerap terjadi, namun penyelundupan motor Harley Davidson diduga kuat dilakukan oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia Persero Tbk I Gusti Ngurah Akhsara Danadiputra atau Ari Askhara.

Hal tersebut tentu mencoreng nama baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lantaran selama ini Garuda Indonesia dinilai sebagai perusahaan yang patuh terhadap hukum.


"Sudah biasa jika Bea Cukai sering kebobolan, itu sudah tidak aneh, dan bukan rahasia umum lagi. Harusnya Presiden Jokowi panggil Sri Mulyani untuk meminta pertanggungjawabannya terkait kinerja dia di Bea Cukai," kata pengamat politik Ujang Komarudin kepada redaksi, Jumat (6/12).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review tersebut meminta agar kasus serupa jangan sampai terjadi kembali dan dilakukan evaluasi di tubuh Bea Cukai.

"Bobolnya Cea Cukai jangan dibiarkan. Harus dievaluasi secara menyeluruh," tambahnya.

Ujang menduga ada pihak Bea Cukai dan pihak tertentu melakukan kongkalikong untuk menutupi beberapa penyelundupan agar bebas biaya pajak dan pabeanan.

"Dan bukan rahasia lagi, jika banyak oknum Bea Cukai yang main dengan pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan, baik materil maupun immateril," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya