Berita

Ilustrasi Pemilu/Net

Politik

PUSaKO: Masuk Akal Kalau Bawaslu Ingin Punya Kewenangan Seperti KPK

JUMAT, 06 DESEMBER 2019 | 15:45 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Keinginan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memiliki kewenangan penanganan kasus-kasus pelanggaran pemilu seperti mekanisme Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut masuk akal.

Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) sepakat dengan pernyataan Ketua Bawaslu Abhan, bahwa tugas Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) di Pemilu Serentak 2019 tidak efektif.

"Kalau masuk akal sih masuk akal saja, karena kan konsepnya sama-sama lembaga independen," kata Feri saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (6/12).


Feri melanjutkan, peristiwa pelanggaran pidana pemilu yang pernah dialami Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bisa menjadi contoh konkret, kinerja sentra Gakkumdu tidak efektif.

Karena, meski Polisi dan Jaksa yang berada di Gakkumdu dinaungi oleh Bawaslu, tetapi kewenangan penyidikan dan penuntutan kasus pidana pemilu berada di lembaga masing-masing.

"Ingat kasus PSI enggak? Nah itu sudah dinyatakan oleh Bawaslu, tapi Polisi beda pandangan kan. Akhirnya enggak naik perkara itu," beber Feri.

"Perannya (Sentra Gakkumdu) tidak maksimal karena kendali tidak berada di Bawaslu. Kendali tetap dimasing-masing lembaga," sambungnya.

Oleh karena itu, Feri mengaku mendukung rencana proses pelanggaran pemilu dikerjakan oleh Bawaslu.

"Nah tinggal pembuat Undang-Undang mau memberikan kewenangan itu atau tidak," pungkas Feri.


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya