Berita

Peneliti ekonomi dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra/Net

Politik

Indonesia Lepas Dari Middle Income Trap Pada 2036, Peneliti: Pejabat Kemenkeu Harus Kursus Matematika

JUMAT, 06 DESEMBER 2019 | 11:18 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Indonesia diproyeksikan akan keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap pada 2036. Dan pendapatan per kapta akan makin melesat pada 2045.

Menurut Kemenkeu, pada 2036 diperkirakan pendapatan masyarakat mencapai 12.233 dolar AS per kapita. Angka ini akan terus melonjak menjadi 23.199 dolar AS per kapita pada 2045.

Perhitungan itu muncul berdasarkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di kisaran 5 persen, yang kabarnya mendapat pengakuan lembaga internasional.


Itu merupakan hitung-hitungan dari Kementerian Keuangan yang disampaikan di sela-sela Forum Internasional Pembangunan Ekonomi dan Kebijakan Publik (AIFED) ke-9 di Nusa Dua, Bali, Jumat (6/12).

Akan tetapi, hitungan Kemenkeu ini dianggap Peneliti ekonomi dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra tidak akurat. Bahkan sama sekali tidak mendekati hasil yang sebenarnya.

"Pantas saja indeks PISA, kemampuan menghitung anak-anak bangsa kita, termasuk paling rendah sedunia. Karena para pejabat di kementerian keuangan yang katanya pintar-pintar, ternyata menghitung proyeksi ekonomi sederhana saja tidak akurat," ucap Gede Sandra, Jumat (6/12).

Menurut perhitungan Gede, bila pertumbuhan ekonomi stabil di angka 5 persen dengan pertumbuhan penduduk 1,1 persen, maka pada 2036 pendapatan masyarakat Indonesia hanya 7.900 dolar AS. Sementara pada 2045 baru 11.100 dolar AS per kapita.

Artinya, jika menggunakan perhitungan Kemenkeu di mana pertumbuhan ekonomi stabil di angka 5 persen, hingga 2045 Indonesia belum bisa keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah. Bila ada pejabat yang menyatakan sebaliknya itu dipastikan hanya mitos.

Bila ingin sesuai proyeksi Kemenkeu, pada 2036 pendapatan masyarakat mencapai minimal 12.233 dolar AS dan 2045 mencapai 23.000 dolar AS, menurut Gede pertumbuhan ekonomi Indonesia harus rata-rata 7,6 persen.

"Jadi tolong Pak Jokowi, para pejabat di Kemenkeu yang tidak bisa menghitung dengan baik agar diberikan kursus matematika. Jangan sampai rakyat kita dininabobokkan terus dengan kesalahan perhitungan semacam ini," tutup Gede.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya