Berita

Rocky Gerung/Net

Politik

Rocky Gerung: Pengertian PDIP Tentang Pancasila Lebih Buruk

JUMAT, 06 DESEMBER 2019 | 09:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Filsuf dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung tidak hanya menyasar Presiden Joko Widodo sebagai orang yang tidak paham dengan Pancasila.

Tembakan Rocky turut diarahkan pada PDIP, partai yang membesut Jokowi dan sedang menyiapkan rencana melaporkannya ke polisi.

Rocky menyebut bahwa partai banteng moncong putih sama dengan Jokowi yang tidak paham secara utuh mengenai Pancasila. Bahkan kadar pemahaman partai besutan Megawati Soekarnoputri itu lebih buruk ketimbang Jokowi.


Alasannya, karena PDIP menganggap Pancasila sebatas ajaran pendiri bangsa Soekarno atau Soekarnoisme.

“PDIP lebih buruk lagi pengertiannya tentang Pancasila, karena dianggap cuma Soekarnoisme,” terangnya dalam sebuah talkshow di Realita TV yang diunggah di YouTube, Kamis (5/12).

Rocky ingin membalikkan argumen-argumen PDIP yang seolah mengklaim bahwa mereka paling mengerti Pancasila.

“Karena PDIP yang paling anggap klaim ngerti Pancasila. Dan saya mau balikan itu,” tegasnya tanpa mengurai apa yang mau dibalikkan.

Acara Realita TV ini dipandu oleh Rahma Sarita. Selain Rocky, turut dihadirkan dalam talkshow, Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya