Berita

Amerika Serikat dan China/Net

Dunia

Kecam DPR AS, China Sebut RUU Uighur Abaikan Fakta

RABU, 04 DESEMBER 2019 | 14:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rancangan Undang-Undang (RUU) Uighur yang telah diloloskan Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) dikecam China.

Kecaman tersebut dilakukan lantaran pemerintah China menganggap RUU tersebut telah mengabaikan fakta.

"Ini sangat disesalkan, Kongres AS tidak hanya menutup mata terhadap upaya Xinjiang memerangi terorisme dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan hukum dan peraturan, tetapi juga untuk perkembangan ekonomi Xinjiang, stabilitas sosial, persatuan nasional, dan kerukunan umat beragama," demikian disampaikan Komisi Urusan Luar Negeri China seperti dimuat Associated Press, Rabu (4/12).


Sejak awal, China memang berupaya menahan sekitar 1 juta minoritas muslim Uighur, Kazakh, dan lainnya di wilayah Xinjiang. Hal itu upaya untuk memerangi terorisme dan memberantas ekstremisme agama.

Namun, seorang mantan tahanan dan anggota keluarga menguak fakta bahwa dalam kamp-kamp tersebut, mereka diperlakukan sewenang-wenang dan dijaga ketat. Mereka juga ditekan untuk melepaskan keyakinan mereka dan berterima kasih kepada Partai Komunis.

Hal tersebut juga diperkuat dengan dokumen cetak biru internal pemerintah China yang bocor ke publik beberapa waktu terakhir, hanya berselang sebentar sebelum DPR AS meloloskan RUU Uighur.

Dalam RUU Uighur, nantinya pemerintah AS harus memberikan sanksi kepada pejabat senior China yang bertanggung jawab atas penindasan muslim Uighur dan juga menghentikan ekspor.

Jika RUU ini benar-benar menjadi UU, maka hubungan China dan AS semakin tidak terkendali. Karena sebelumnya Presiden AS, Donald Trump pun telah menandatangani UU HAM dan Demokrasi Hong Kong.  

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya