Berita

Yuli Riswati/Net

Dunia

Ternyata Di Pengadilan Hong Kong Yuli Riswati Ngaku Bersalah

RABU, 04 DESEMBER 2019 | 13:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Yuli Riswati, tenaga kerja Indonesia (TKI) ini telah dideportasi oleh pihak imigrasi Hong Kong pada Senin (2/12) dengan Cathay Pacific CX 779 pukul 14.15 setempat dengan rute penerbangan ke Surabaya.

Demikian pernyataan yang diungkapkan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong kepada Kantor Berita Politik RMOL melalui surel, Rabu (4/12).

Lebih lanjut, KJRI menyatakan deportasi Yuli berkenaan dengan pelanggaran keimigrasian terkait izin tinggal (overstay).


"Sesuai peraturan yang berlaku di Hong Kong, pelanggaran izin tinggal (overstay) merupakan pidana, di mana pelanggarnya diancam sanksi denda dan penjara maksimal 2 tahun," ujar Konsul Muda Penerangan, Sosial, dan Budaya, Vania Lijaya.

Vania menjelaskan, sejak awal KJRI telah mengikuti kasus ini dan telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi Hong Hong untuk mendampingi dan memastikan agar hak-hak hukum Yuli terjamin.

Pada hari ini, Rabu (4/12), Vania melanjutkan, Yuli yang saat ini sudah berada di Surabaya telah menjalani sidang di pengadilan setempat. KJRI pun turut hadir dalam persidangan tersebut. 

"Dalam sidang, Yuli mengakui kesalahannya. Pengadilan memutus Yuli bersalah dan dijatuhi hukuman denda dan percobaan selama 1 tahun," lanjut Vania.

Meski begitu, Vania mengaku pihaknya tidak dapat berspekulasi mengenai kaitan proses hukum keimigrasian yang dihadapi Yuli dengan tulisannya mengenai demonstrasi di Hong Kong.

"Sesuai dengan putusan pengadilan, yang bersangkutan divonis bersalah dan dijatuhi hukuman karena melakukan pelanggaran keimigrasian," pungkas Vania.

Yuli sebelumnya diduga dideportasi lantaran kritis pada kondisi Hong Kong. Sepak terjang wanita 39 tahun itu selama di Hong Kong memang menjadi sorotan. Pasalnya, Yuli selama ini dikenal aktif di bidang jurnalistik. Dia bahkan mendirikan media online, Migran Pos.

Adapun media berbahasa Indonesia itu penuh dengan konten-konten yang melaporkan kondisi Hong Kong yang dalam beberapa bulan terakhir selalu diwarnai aksi unjuk rasa menentang China. Termasuk kondisi pekerja migran di Hong Kong.

Sejak Juni lalu, atau tepat saat gelombang demontrasi melanda Hong Kong, Yuli memang aktif menulis perihal kondisi terkini di Hong Kong.

Sebagaimana dikutip dari situs media milik Yuli itu juga, Rabu (4/12), disebutkan bahwa deportasi Yuli diduga kuat akibat pemberitaan mengenai situasi Hong Kong.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya