Berita

Elon Musk tersandung kasus cuitan di Twitter setahun silam/Net

Dunia

Hina Penyelam Sebagai Pedofil, Bos Tesla Harus Berhadapan Dengan Pengadilan

RABU, 04 DESEMBER 2019 | 12:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kepala Eksekutif Tesla Inc, Elon Musk, dipanggil Pengadilan Los Angeles. Pemanggilan ini terkait dengan klaim seorang penyelam gua asal Inggris yang menuduh Elon Musk telah mencemarkan nama baiknya pada September 2018.

Rabu (4/12), Musk tiba di Pengadilan Los Angeles. Musk berhadapan dengan Hakim Distrik Stephen Wilson. Ia diperkirakan akan disidang selama lima hari untuk menghadapi tuduhan pencemaran nama baik Vernon Unsworth.

Tuduhan tersebut merujuk kepada cuitan Musk di akun Twitter pribadinya yang mengatakan Unsworth adalah pria pedofil. Hal tersebut bermula ketika Unsworth menyelamatkan 12 anak laki-laki dan pelatih sepak bola dari gua Tham Luang Nang Non, Thailand, pada Juli 2018 lalu.


Pada saat yang bersamaan, Musk pun memiliki perhatian yang besar untuk menyelamatkan anak-anak yang terjebak di dalam gua tersebut. Musk bahkan mengungkapkan siap membuat kapal selam tunggal guna menyelamatkan mereka.

Dimuat Channel News Asia, tampaknya Musk jengkel dengan ucapan Unsworth yang menyebut bahwa kapal selam tersebut tidak mungkin dapat menyelamatkan orang-orang tersebut karena mustahil bisa melewati tikungan-tingkungan yang ada di dalam gua.

Alhasil, Musk kemudian dalam cuitannya menyebut Unsworth sebagai "pedo guy", istilah penghinaan umum di Afrika Selatan, tempat ia dibesarkan. Cuitan tersebut memicu berbagai komentar terhadap pendiri SpaceX ini, hingga akhirnya membuat Musk meminta maaf.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya