Berita

Yuli Riswati/Net

Dunia

TKI Dideportasi Dari Hong Kong, Diduga Karena Beritakan Kondisi Demo

RABU, 04 DESEMBER 2019 | 12:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Yuli Riswati dideportasi oleh Departemen Imigrasi Hong Kong pada Senin (2/12). Wanita berusia 39 tahun itu dipulangkan dengan alasan masalah izin tinggal yang overstay.

Namun demikian, diduga ada alasan lain yang melatari Yuli dideportasi oleh pemerintah Hong Kong. Sebab, Yuli sendiri mengaku sudah beberapa kali mencoba memperpanjang visanya. Namun pihak Imigrasi tidak pernah meloloskan izin visa tersebut.

Sepak terjang Yuli selama di Hong Kong menjadi sorotan. Pasalnya, Yuli selama ini dikenal aktif di bidang jurnalistik. Dia bahkan mendirikan media online, Migran Pos.


Adapun media berbahasa Indonesia itu penuh dengan konten-konten yang melaporkan kondisi Hong Kong yang dalam beberapa bulan terakhir selalu diwarnai aksi unjuk rasa menentang China. Termasuk kondisi pekerja migran di Hong Kong.

Sejak Juni lalu, atau tepat saat gelombang demontrasi melanda Hong Kong, Yuli memang aktif menulis perihal kondisi terkini di Hong Kong.

Sebagaimana dikutip dari situs media milik Yuli itu juga, Rabu (4/12), disebutkan bahwa deportasi Yuli diduga kuat akibat pemberitaan mengenai situasi Hong Kong.

Turut dijelaskan bahwa sebelum dideportasi, Yuli sempat dijemput dari rumah majikannya pada 23 September 2019. Ia kemudian melakukan persidangan kasus overstay pada 4 November 2019.  

Pengacara Yuli mengaku telah mengajukan banding putusan deportasi pada 8 November 2019, namun ajuan tersebut ditolak pada 28 September 2019 dan Yuli harus dideportasi pada Senin (2/12).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya