Berita

Budi Waseso/Net

Bisnis

Buwas Ancang-ancang Selamatkan Bulog Dari Utang

RABU, 04 DESEMBER 2019 | 06:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Langkah baru baru sedang dilakukan oleh Bulog. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengemukakan fungsi komersial Bulog akan diperbesar dari 20% menjadi 50%.

Setelah melihat penugasan Bulog untuk melepas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berkurang, rencana memperbesar fungsi komersial mulai dimatangkan. Hal ini juga untuk memperbaiki struktur keuangan Bulog yang dibebani bunga utang dari pengadaan CBP.

Buwas mengungkap posisi utang Bulog sebesar Rp 28 Triliun dengan bunga mencapai Rp 9-10 miliar per hari


"Evaluasi Bulog dengan bergerak menuju komersial, itu ada untungnya. Kalau nanti 50:50, Bulog masih bisa mendapatkan keuntungan. Kalau 20% terlalu kecil untuk membiayai operasional Bulog," kata Buwas di kantor Bulog, Selasa (3/12).

Fungsi komersial Bulog dapat dilihat lewat penjualan di e-commerce dengan nama toko panganandotcom. Bulog juga bekerja sama dengan Grab Kios dan ritel modern.

Tak menutup kemungkinan, Bulog akan mengelola 80% beras secara komersial. Menurutnya, struktur ini akan membuat Bulog menjadi lebih sehat.

"Kita akan gunakan beras dengan jualan komersial ke depan sehingga nanti tidak 50:50 bahkan, mungkin CBP hanya 20%. Itu sebabnya saya sedang persiapan untuk itu kerja sama dengan Grab Kios, Ritel, termasuk e-commerce. Kalau kita seperti itu, relatif bulog lebih aman," katanya.

Buwas memastikan bakal terus meningkatkan layanan kepada masyarakat sesuai dengan perkembangan yang ada. Sehingga masyarakat tidak kesulitan dalam mendapatkan beras dari Bulog.

“Jadi masyarakat kalau butuh beras tidak lagi kesulitan, tidak perlu ke pasar, ke toko beras, dia langsung saja pesan ke e-commerce dan diantar ke rumah. Ini terobosan-terobosan yang sedang dan akan dilakukan Bulog,” tutur Buwas.

Buwas menyebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengalokasikan pembiayaan CBP sebesar Rp2,5 T atau setara 250 ribu ton. Ini akan menjadi acuan Bulog ke depan, 250 ribu ton sebagai CBP, sisanya 2,75 ton akan difungsikan komersial.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya