Berita

Enggartiasto Lukita/Net

Politik

Tidak Bisa Tidak, Enggartiasto Harus Tanggung Jawab Atas 20 Ribu Ton Beras Terancam Busuk

SELASA, 03 DESEMBER 2019 | 10:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita harus bertanggung jawab atas 20 ribu ton beras terancam busuk yang bakal dibuang oleh Perum Bulog.

Pasalnya, kebijakan impor saat panen raya era menteri asal Partai Nasdem itu mengakibatkan puluhan ribu beras stok terbuang sia-sia.

Tidak hanya berlaku untuk Enggar, tanggung jawab moral juga dibebankan kepada Mendag yang saat ini menjabat. Bagaimana kebijakan yang absurd tadi tidak terulang kembali di periode ini.


Begitu kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedy Kurni Syah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Selasa (3/12).

"Enggar jelas gagal menjalankan politik impor. Kemubaziran ini bukan bencana kebijakan, melainkan kegagalan kebijakan," kata Dedy.

Pengamat politik dari Universitas Telkom ini justru menilai tidak adanya koordinasi antara Kemendag dengan Bulog yang mengakibatkan stok beras 20 ribu ton tidak terdistribusikan hingga akhirnya busuk dan dibuang sia-sia.

"Tanpa koordinasi yang baik, juga itikat politik yang bersih, kita akan mengulang kesalahan ini kembali," keluhnya.

Lebih lanjut, Dedy menegaskan bahwa pemerintah sedianya menjadikan pelajaran atas peristiwa skandal beras ini. Menurut dia, baiknya pemerintah tidak memberikan keleluasaan impor bagi para pemangku kepentingan sepergi Kemendag.

"Presiden Jokowi harus menjadikan ini catatan penting, Mendag tidak bisa lagi diberi hak leluasa untuk impor tanpa perhitungan matang," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya