Berita

Paspor RI/Net

Politik

Kemlu Rilis Daftar 88 Negara Bebas Visa Diplomatik Dan Dinas

SENIN, 02 DESEMBER 2019 | 17:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kementerian Luar Negeri merilis negara yang sudah melakukan Perjanjian Bebas Visa Diplomatik dan Dinas (PBVDD) dengan Indonesia.

Direktur Konsuler Kementerian Luar Negeri, Prasetyo Hadi menjelaskan, setidaknya ada 88 negara yang sudah melakukan perjanjian.

Hal itu disampaikan dalam sambutan kegiatan sosialisasi PBVDD dan Flight Clearance Information System (FCIS) 4.0 seperti keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (2/12).


Acara tersebut dihadiri 138 peserta yang mewakili 77 maskapai dan perusahaan tour dan travel. Dalam acara tersebut, negara-negara bebas visa diplomatik dan dinas dengan masa izin tinggal terlama 180 hari dan paling sebentar 14 hari.

Negara-negara yang sudah melakukan perjanjian yakni Afganistan, Afrika Selatan, Albania, Angola, Argentina, Austria, Azerbaijan, Bangladesh, Belanda, Belarus, Belgia, Bosnia dan Herzegovina, Brazil, Brunei Darussalam, dan Bulgaria.

Kemudian Ceko, Chile, China, Ekuador, El Salvador, Fiji, Filipina, Gabon, Georgia, Guyana, Hongaria, India, Inggris, Iran, Italia, Jepang, Kamboja, Kazakhstan, Kolombia, Korea Selatan, Korea Utara, Kosta Rika, Kroasia, Kyrgysztan, Laos, Liechstenstein, dan Lithuania.

Ada juga Macedonia, Malaysia, Maroko, Meksiko, Mesir, Mikronesia, Moldova, Mongolia, Montenegro, Mozambik, Myanmar, Namibia, Niger, Norwegia, Pakistan, Panama, Paraguay, Perancis, Peru, Polandia, Portugal, Qatar, Romania hingga Rusia.

Dilanjutkan dengan Serbia, Singapura, Slovakia, Slovenia, Sri Lanka, Suriname, Swiss, Saint Kitts & Nevis, Tajikistan, Thailand, Timor Leste, Tunisia, Turki, Uni Emirat Arab, Ukraina, Uruguay, Uzbekistan, Venezuela, Vietnam, Yordania, dan Yunani.

Nantinya, Kemlu akan berusaha untuk menambah PBVDD dengan negara-negara lainnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya