Berita

Analis Politik Kedai Kopi, Hendri Satrio/Net

Politik

Murka Soal Usulan Masa Tambahan Presiden, Hensat: Bagus Sekali Pernyataan Pak Jokowi

SENIN, 02 DESEMBER 2019 | 15:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden Joko Widodo murka dengan adanya usulan amandemen UUD 1945 mengenai masa jabatan presiden yang ditambah menjadi tiga periode atau 15 tahun.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, adanya usulan tersebut seperti menampar wajahnya secara tidak langsung, cari muka dan ingin menjerumuskan dirinya.

Merespona hal itu, pengamat politik dari lembaga survei Kedai KopiHendri Satrio mengapresiasi sikap tegas Presiden Joko Widodo. Menurutnya, ada pihak-pihak tertentu yang tengah mencari perhatiannya.


“Ini bagus sekali pernyataan keras Pak Jokowi itu, dari awal saya setuju bahwa usulan memperpanjang periode presiden itu adalah usaha untuk menjilat  beliau. Saya mendukung betul itu pendapat keras seorang Jokowi,” ujar Hensat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (2/11).

Menurutnya, Presiden Joko Widodo murka dan menolak keras usulan amandemen UUD 45 mengenai penambahan masa jabatan presiden disebabkan oleh beberapa faktor.

“Artinya dia tidak ingin mengkhianati rakyat yang telah memilihnya. Kemudian dia tidak ingin mengkhianati jalur sejarah, yang telah menjadikan dia menjadi presiden. Yang paling penting adalah dia tidak meragukan, bahwa Indonesia tidak kekurangan pemimpin,” tegasnya.

“Ini merupakan statement Pak Jokowi  yang sangat baik untuk perpolitikan Indonesia saat ini,” tambahnya.

Hensat meminta agar pihak-pihak yang kerap menyuarakan usulan penambahan masa jabatan presiden untuk diam.

“Orang-orang yang sering sekali membicarakan atau mengutarakan Mewacanakan masa tambahan bagi presiden sebaiknya saat ini tutup mulut dan selesai,” tutupnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya