Berita

Mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita/Net

Politik

Beras Dibuang Bukti Impor Di Era Enggar Tidak Didasarkan Data Valid

SENIN, 02 DESEMBER 2019 | 14:08 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Rencana Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk membuang sebanyak 20 ribu ton cadangan beras pemerintah merupakan bukti bahwa keputusan impor yang dilakukan di tahun 2018 atau di era Enggartiasto Lukita jadi Menteri Perdagangan, tidak berdasarkan data valid.

Terlebih, beras yang akan dibuang itu ditaksir senilai dengan Rp 160 miliar. Sementara alasan dibuang karena beras sudah mengendap lebih dari setahun di gudang.

Begitu tegas anggota Komisi VI DPR RI Achmad Baidowi dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/12).


“Itu bukti bahwa impor beras tidak dilakukan dengan seksama dan tidak menggunakan data yang valid,” tegasnya.

Menurut Sekretaris Fraksi PPP itu, beras yang disimpan selama lebih dari satu tahun membuktikan bahwa Bulog, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian tidak mampu memprediksikan kebutuhan beras secara tepat.

“Sehingga impor yang dilakukan pun berlebihan dan pemborosan,” sambungnya.

Dia turut menyoroti kerugian akibat rencana buang beras yang mencapai Rp 160 miliar. Baginya, kerugian itu tidak kecil.

“Perlu ada pihak yang bertanggung jawab atas kerugian besar ini,” demikian Awiek, sapaan akrabnya.

Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule menilai aksi buang beras yang dilakukan lantaran usia penyimpanan lebih dari 1 tahun itu tida lepas dari kebijakan Enggar saat jadi Menteri Perdagangan.

Enggar ngotot melakukan impor beras disaat petani sedang panen raya. Berbagai kritik bahwa impor akan membuat Indonesia kelebihan beras dan akan berujung sia-sia karena beras akan busuk diabaikan.

“Dulu Mendag Enggar, Nasdem impor beras ugal-ugalan,” ujarnya di akun Twitter pribadi, Senin (2/12).

Sementara itu, Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule menilai beras tersebut membusuk tidak lepas dari kebijakan mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto yang melakukan impor secara ugal-ugalan.

Impor dilakukan di saat petani sedang panen beras. Sehingga beras mengendap di gedung Bulog

Baca: Dulu Enggar Impor Ugal-Ugalan, Sekarang Berasnya Busuk Dan Dibuang

Menurutnya, aksi buang beras ini sama halnya dengan membuang uang negara. Angka Rp 160 miliar bukan sedikit.

Atas alasan itu, dia menyerukan tagar #TangkapEnggar. Iwan juga mengajak warganet untuk memviralkan tagar tersebut.

“Ayo viralkan,  #TangkapEnggar,” serunya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya