Berita

Pemukiman Israel/Net

Dunia

Dapat Lampu Hijau Dari AS, Israel Siap Bangun Pemukiman Baru Di Hebron

SENIN, 02 DESEMBER 2019 | 06:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Israel tidak main-main dengan rencana pembangunan pemukiman di tanah Palestina. Menteri Pertahanan Israel  Naftali Bennett telah meloloskan rencana untuk membangun pemukiman ilegal baru di jantung kota yang merupakan salah satu titik nyala konflik dengan Palestina, Hebron.

Dikabarkan Al Jazeera (Minggu, 1/12), Kementerian Pertahanan Israel dalam sebuah pernyataan akhir pekan kemarin mengatakan bahwa Bennett telah menginstruksikan departemen-departemen yang bertanggung jawab atas Tepi Barat yang diduduki untuk memberi tahu wilayah Hebron tentang perencanaan permukiman Yahudi baru di kompleks pasar grosir tersebut.

Kompleks pasar grosir yang dimaksud berada di Jalan Shuhada yang dulu ramai di Hebron. Naun pasar itu telah ditutup oleh tentara Israel sejak tahun 1994 dan memaksa banyak bisnis tutup.


Warga Palestina yang telah lama menuntut agar pasar itu dibuka kembali dilarang mengakses jalan itu oleh tentara Israel.

Pejabat senior Palestina Saeb Erekat mengatakan proyek baru itu dibuat setelah keputusan Amerika Serikat bulan lalu untuk tidak lagi menganggap permukiman Israel ilegal.

Dalam cuitannya di Twitterm dia menyebut bahwa rencana Bennett "adalah hasil nyata pertama dari keputusan AS untuk melegitimasi penjajahan".

Hebron sendiri adalah wilayah suci bagi umat Muslim dan Yahudi dan merupakan titik nyala konflik. Wilayah tersebut saat ini dilindungi oleh tentara Israel bersenjata.

Kota terbesar di wilayah Tepi Barat itu, dibagi menjadi dua wilayah dan bentuk kontrol pada tahun 1997, yakni H1 dan H2.

Di wilayah itu ada sekitar 200 ribu warga Palestina yang tinggal wilayah H1 yang berada di bawah kendali Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah. Sementara itu, ada sekitar 33 ribu warga Palestina tinggal di wilayah H2, bersama beberapa ratus pemukim Yahudi yang hidup di bawah hukum sipil Israel.

Di wilayah H2, warga Palestina hidup di bawah kendali militer Israel, dengan kebebasan bergerak mereka sangat terbatas karena adanya pos pemeriksaan dan pemberlakuan jam malam.

Menanggapi rencana tersebut, Walikota Hebron Taysir Abu Sneineh memperingatkan bahwa keputusan "berbahaya" oleh Kementerian Pertahanan Israel akan menyebabkan eskalasi di seluruh wilayah.

Dia menambahkan bahwa kotamadya Hebron, di bawah instruksi dari kepemimpinan Palestina, akan mengerahkan semua upaya untuk melindungi tanah Palestina dan melestarikan properti dan keberadaan warganya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya