Berita

Andre Rosiade/Net

Politik

Gerindra: Tidak Mungkin Kami Dukung LGBT!

JUMAT, 29 NOVEMBER 2019 | 07:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Gelombang nyinyiran tengah menghinggapi Partai Gerindra di akhir pekan ini. Perkara tersebut dipicu dari pernyataan yang dikeluarkan akun resmi partai besutan Prabowo Subianto itu Twitter, @Gerindra.

Awalnya, akun bercentang biru itu mengomentari sikap Kejaksaan RI dalam penerimaan CPNS yang menolak pelamar berorientasi seksual LGBT. Alasannya, karena setiap warga negara punya hak yang sama.

"Yang terhormat @KejaksaanRI, kami tidak setuju dengan keputusan penolakan Kejaksaan Agung terhadap Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan orientasi seksual LGBT. #SuaraGerindra," kata Gerindra melalui akun Twitter resminya, Kamis (28/11).


Kini, tanda pagar #ShameOnYouGerindra memuncaki tangga trending topic Twitter. Warganet seolah kompak ramai-ramai menghujat pernyataan tersebut.

Di satu sisi, Wasekjen DPP Partai Gerindra Andre Rosiade sudah lebih dulu meluruskan. Anggota DPR dari daerah pemilihan Sumbar I itu menegaskan bahwa pernyataan itu jangan langsung dimaknai partainya pendukung LGBT.

Bab II pasal 7 AD/ART Gerindra telah tegas menyatakan bahwa jati diri partai adalah kebangsaan, kerakyatan, religius, dan keadilan sosial.

“Jadi tidak mungkin kami dukung LGBT," ucap Andre di akun Twitter pribadi.

Pesan dari pernyataan itu, katanya, adalah Gerindra ingin setiap warga negara mempunyai hak yang sama di persada tanah air.

Sejurus itu, akun Gerindra juga meluruskan. Disebutkan bahwa partai berlambang kepala burung garuda tidak mendukung segala bentuk perilaku LGBT.

“Berdasarkan amanat UU, Partai Gerindra menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan layak,” tegas akun itu.

Lebih lanjut, akun tersebut meminta ada upaya dalam memberi pemahaman sejak dini bahwa perilaku LGBT adalah perilaku yang bertentangan dengan berbagai norma dan juga mempunyai dampak buruk bagi kesehatan.

“Partai Gerindra meminta Pemerintah dan instansi terkait segera membuat payung hukum yang jelas untuk bagaimana menjustifikasi seseorang berperilaku LGBT atau tidak,” sambung akun itu.

Salah satu yang disarankan Gerindra adalah melakukan pencegahan LGBT sejak dini mulai dari lingkungan masyarakat hingga di area pendidikan, seperti di sekolah-sekolah, dengan melibatkan tokoh agama dan para ahli dibidang kesehatan.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya