Berita

Acara penghargaan Masjid YAMP Terbaik 2019 di Gedung Granadi/RMOL

Politik

Cerita Tutut Tentang Gagasan Pak Harto Soal Tabungan Akhirat Pegawai Negeri

KAMIS, 28 NOVEMBER 2019 | 16:07 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Bila cerita yang dituturkan putri beliau ini benar, Presiden Soeharto tak pelak merupakan kepala negara yang tidak hanya memperhatikan sisi duniawi warganya dengan berusaha mencukupkan pangan-sandang-papan. Pak Harto bahkan memikirkan tabungan akhirat rakyatnya, setidaknya kalangan pegawai negeri, sipil maupun militer.
 
Cerita itu diungkap putri sulung almarhum, Siti Haryanti Rukmana yang akrab dipanggil Mbak Tutut, saat memberikan sambutan pada acara ‘Penghargaan Masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (YAMP) Terbaik 2019’ atau “999 Fastabiqul Khairat”, yang digelar di Gedung Granadi, Jakarta, Kamis siang (28/11).

Di hadapan ratusan takmir masjid, wakil dari 999 mesjid yang dibangun YAMP, Tutut mengatakan, dirinya selalu teringat pesan Pak Harto untuk senantiasa merawat sebuah langgar (musala) kecil di desa kelahiran ayahnya, Desa Kemusuk, Yogyakarta. Masa kecil Pak Harto, kata Tutut, sangat terkait dengan langgar tempat dirinya belajar dan menemukan kedamaian dalam Islam.
 

 
“Itu yang membuat almarhum berwasiat untuk senantiasa memelihara langgar penuh sejarah tersebut,” kata Mbak Tutut.
 
Ketika dipercaya menjadi presiden, hal yang konsisten dilakukan Pak Harto di awal 1970-an itu adalah melakukan perjalanan diam-diam, incognito alias blusukan menemui rakyatnya. Dalam perjalanan yang hanya ditemani ajudan dan pengawal itu, Pak Harto sering mendapati rakyat tengah meminta sumbangan di tepi jalan bagi pembangunan masjid.
 
“Pak Harto mengaku merasa trenyuh, melihat rakyat terpaksa meminta sumbangan ke sana ke mari, bahkan tak jarang menghadang di jalan, untuk membangun masjid karena cinta mereka kepada masjid,” kata Tutut.

Dibebani keprihatinan itu, Pak Harto sempat beberapa waktu merenung. Didapatlah solusi, sekaligus dengan melibatkan sepenuhnya partisipasi rakyat mencukupi keperluan mereka sendiri.
 
“Bapak menggerakkan rakyatnya yang Muslim untuk bersedekah bersama-sama. Beliau berfikir, kenapa tidak para pegawai negeri sipil dan anggota militer yang Muslim ikut beramal membangun masjid, sebagai amal ibadah yang akan mereka bawa sampai mati? Bapak pun meminta keikhlasan para pegawai negeri itu untuk dipotong gajinya. Sedikit setiap bulan. Ada yang dipotong Rp 50, Rp 100, Rp 500 dari besaran gaji,” kata Tutut. Itulah, kata dia, dana yang kemudian digunakan untuk membangun masjid-masjid di seantero Tanah Air.
 
Bila saat ini ada yang menuding Pak harto korupsi dengan memotong gaji para pegawai negeri itu, kata Tutut tuduhan tersebut sama sekali tak benar. “Almarhum hanya ingin mengajak seluruh umat Islam yang PNS dan anggota militer ikut beramal salih melalui Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila,” kata dia.
 
Saat ini, tambah Tutut, dirinya bersama pengurus Yayasan dan para relawan terus memelihara dan menjaga 999 masjid yang telah dibangun YAMP. Masjid ke-999 atau masjid terakhir yang dibangun YAMP di Bekasi, atas ridha Allah telah diresmikannya pada 9 September 2009. “Itu kesempatan dan peristiwa yang sangat berkesan bagi diri saya,” kata Tutut.
 
Putri Pak Harto yang disebut-sebut paling dekat dengan warga masyarakat itu juga sempat menyoroti bagaimana masjid saat ini tengah menjadi sorotan. Ia mengaku sangat menyayangkan tuduhan bahwa masjid telah menjadi tempat penyebaran radikalisme, terorisime, sikap anti-Pancasila dan anti-NKRI, hingga perlu diawasi negara. “Ini sungguh merisaukan hati karena jelas tuduhan yang jauh panggang dari api,” kata Tutut.
 
Menurut dia, setidaknya untuk masjid-masjid dalam naungan YAMP, tuduhan itu tak bisa dipercaya. Kata Tutut, di masjid-masjid YAMP yang bercirikan arsitektur Islam khas masa penyebaran dakwah para wali itu, ada garis perjuangan yang digariskan almarhum Pak Harto. “Pak Harto menggariskan masjid itu untuk menjadi pusat peribadatan, sekaligus pusat peradaban umat di sekitarnya,” kata Tutut.

Karena itulah, Pak harto menurutnya meyakini bahwa masjid harus menjadi tempat paling nyaman dan aman bagi warga untuk menunaikan shalat dan berbagai ibadah lainnya. Selain itu, masjid pun harus memberi manfaat pendidikan, ekonomi, seni budaya, bahkan kesehatan bagi warga sekitarnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya