Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Laos, Myanmar Dan Kamboja Siap Adopsi Bahasa Korea Dalam Kurikulum Pendidikan Tahun Depan

SELASA, 26 NOVEMBER 2019 | 23:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tiga negara ASEAN, yakni Laos, Myanmar dan Kamboja sepakat untuk mengadopsi bahasa Korea sebagai kurikulum reguler di sekolah menengah mereka mulai tahun depan.

Hal itu tertuang dalam kerjasama yang diteken oleh Menteri Pendidikan Korea Selatan Yoo Eun-hae dengan wakil menteri pendidikan Laos tentang pendidikan Korea di sela KTT Peringatan ASEAN-Korea Selatan di Busan (Selasa, 26/11).

Di bawah kesepakatan itu, pemerintah Laos akan memperkenalkan Korea sebagai bagian dari kurikulum reguler di tiga sekolah menengah percontohan tahun depan.


Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah Korea Selatan akan mengirim guru bahasa Korea ke Laos, mendukung pembinaan instruktur Korea lokal di universitas Laos dan membiayai proyek studi Korea di universitas yang dikelola negara.

Selain Laos, seperti dikabarkan media Korea Selatan Yonhap, Myanmar dan Kamboja juga sepakat untuk memperkenalkan pendidikan Korea di beberapa sekolah menengah atas dasar uji coba tahun depan.

Saat ini, lima dari 10 negara anggota ASEAN, yakni Malaysia, Vietnam, Indonesia, Filipina, dan Thailand telah mengadopsi bahasa Korea sebagai salah satu bahasa asing kedua di sekolah menengah.

Dengan demikian, pada tahun depan, jumlah negara anggota ASEAN di mana bahasa Korea diajarkan sebagai bahasa asing kedua akan meningkat menjadi delapan.

Kementerian Pendidikan Korea Selatan sendiri memiliki tujuan untuk memperkenalkan Korea sebagai bagian dari kurikulum sekolah reguler di Singapura dan Brunei pada tahun 2022 mendatang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya