Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Ini Kata Dosen UBK Tentang Paham Radikalisme Yang Bergerak Sendiri

SELASA, 26 NOVEMBER 2019 | 18:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Radikalisme tidak bisa dianggap sepele. Ini mengingat perkembangannya di Indonesia selama satu dekade terakhir yang terus mengalami trend naik.

Pengamat politik dari Universitas Bung Karno (UBK) Faisal Chaniago menyebut bahwa radikalisme merupakan pekerjaan rumah pemerintah Indonesia dalam waktu yang panjang.

Pemerintah, sambungnya, harus paham bahwa mereka yang terpapar radikalisme punya prinsip tanpa ideologi dalam bernegara. Mereka bergerak atas ideologi yang mereka ciptakan.


“Mereka bergerak atas nama keyakinan sendiri. Karena, mereka (yang terpapar) ideologi (punya) paham sendiri, sehingga sulit mengubah pola pikir mereka," kata Faisal dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (26/11).

Atas alasan itu, Faisal ingin agar pemerintah fokus dalam mengubah pola pikir orang-orang yang terpapar radikalisme. Caranya dengan mengupayakan segala cara dalam meningkatkan kesadaran mereka tentang sistem bernegara.

Menurut Faisal, paham-paham yang berkembang di Indonesia adalah paham yang tidak meyakini Pancasila. Mereka lahir hanya memperjuangkan ideologi mereka sendiri. Di situlah peran negara untuk mengubah pola pikir mereka.

“Apalagi selama ini mereka bergerak secara irasional," pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya