Berita

Shinzo Abe/Net

Dunia

Pecahkan Rekor, Shinzo Abe Resmi Jadi PM Jepang Terlama Yang Menjabat

RABU, 20 NOVEMBER 2019 | 09:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Shinzo Abe resmi menjadi perdana menteri Jepang terlama yang menjabat. Tepat pada hari ini (Rabu, 20/11), dia telah menjabat selama total 2.887 hari di kantor perdana menteri, memecahkan rekor sebelumnya yang dibuat oleh Taro Katsura lebih dari seabad yang lalu.

Meskipun pemerintahannya sudah berjalan hampir delapan tahun, kritikus mengatakan bahwa Abe masih kekurangan prestasi besar yang bisa dikenang dalam sejarah.

Selama sisa masa jabatannya saat ini hingga September 2021 mendatang, Abe diperkirakan akan mengintensifkan kebijakannya untuk mendorong perekonomian Jepang.


Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan, revitalisasi ekonomi dan restrukturisasi kebijakan luar negeri dan pertahanan negara telah menjadi prioritas kebijakan pemerintahan Abe.

"Kami telah mengatasi setiap tantangan dengan jujur, dan tujuh tahun telah berlalu dengan cepat. Itu adalah perasaan jujur ​​saya," kata Suga pada konferensi pers (Rabu, 20/11), seperti dimuat Kyodo News.

Sementara itu, secara terpisah, Menteri Pertahanan Taro Kono mengatakan bahwa pemerintahan yang stabil adalah nilai tambah bagi diplomasi dan keamanan Jepang. Semasa kepemimpinannya, Abe telah menjalin hubungan dekat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"(Abe) sekarang adalah sosok yang berpengalaman dalam pertemuan internasional," kata Kono, yang sampai saat ini menjabat sebagai menteri luar negeri Jepang.

Sejumlah pakar menilai bahwa Abe berhasil menggunakan posisinya untuk meningkatkan profil Jepang di luar negeri.

Meski begitu, Abe bukanlah sosok yang bebas dari kontroversi. Pada tahun 2014, dia menjadi sorotan karena melanjutkan penafsiran kembali terhadap Konstitusi pasifis untuk memungkinkan penggunaan pertahanan diri kolektif, yakni membela sekutu bahkan tanpa serangan terhadap Jepang sendiri, dan memperluas peran pasukan pertahanannya di bawah undang-undang keamanan baru pada tahun 2016.

Dia juga pernah menjadi sorotan ketika anggota parlemen dari partai oposisi menuduh bahwa kantornya sebagian menanggung biaya bagi para pendukung Abe untuk menghadiri pesta makan malam di sebuah hotel mewah di Tokyo pada malam sebelum acara menonton bunga sakura tahunan pemerintah.

Sedangkan dalam sektor ekonomi, dia gencar mendorong kebijakan yang dijuluki "Abenomics", yakni sebuah program ekonomi yang mengharuskan pelonggaran moneter oleh Bank of Japan yang dimaksudkan untuk membantu negara melepaskan diri dari deflasi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya