Berita

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Aceh, Muslahuddin Daud/Ist

Nusantara

PDIP Beberkan Jurus Kunci Pembangunan Aceh

JUMAT, 15 NOVEMBER 2019 | 20:04 WIB | LAPORAN: AZHARI USMAN

Harapan baru untuk pembangunan Aceh lebih baik kembali muncul. Hal itu setelah pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2020 sebesar Rp 37,169 triliun dari Presiden Jokowi, Kamis (14/11) di Istana Negara.

Disebut harapan baru lantaran selama 10 tahun terakhir pemerintah pusat telah mentransfer dana hampir Rp 100 triliun, namun  pertumbuhan ekonomi Aceh selalu mangkrak di angka 4 digit atau di bawah rata-rata nasional, maupun rata-rata Sumatera.

Belum lagi, laju pengangguran terus bertambah dan saban tahun masuk 10 besar nasional.


Atas persoalan tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Aceh, Muslahuddin Daud membeberkan jurus kunci pembangunan Aceh dalam mengelola dana tersebut.

Jurus itu adalah fokus memberikan lebih banyak anggaran pada sektor pertanian. Sebab lebih dari 50 persen penduduk Aceh berprofesi sebagai petani.

“Pertama, tentu saja gembira karena pemerintah pusat masih proporsional dalam persoalan alokasi keuangan untuk Aceh. Kemudian komposisi sektor pekerjaan masyarakat harus diprioritaskan yang dominan seperti petani yang angkanya mencapai 54 persen dari total penduduk Aceh 5,4 juta jiwa,” tegas Muslahuddin Daud pada Kantor Berita Politik RMOL di Banda Aceh, Jumat (15/11)

Lebih lanjut, Muslahuddin mengharapkan pemerintah Aceh untuk mengalokasikan dana sesuai kebutuhan daerah, artinya alokasi pembangunan harus sesuai dengan data sektor prioritas.

Menurutnya dana sebesar Rp 37 triliun lebih itu tidak akan berdampak banyak bila tidak ada prioritas penggunaan yang dibutuhkan masyarakat. Misalnya, kemiskinan Aceh masih di angka 16 persen atau tertinggi di Pulau Sumatera.

“Bagaimana alokasi pengurangan beban dan peningkatan ekonomi. Ini juga harus menjadi prioritas,” ujar Muslahuddin.

Dia juga mengharapkan proses pembangunan Aceh kedepan harus dikuti delivery benar supaya tepat sasaran.

“Ini adalah kuncinya, kalau tidak dalam rel ini, akan berujung pada terminal pembangunan yang kurang terasa manfaatnya bagi masyarakat,” ungkapnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya