Berita

Han Kuo-yu

Dunia

Capres Oposisi Janji Kembalikan Taiwan Ke Formula Satu China

JUMAT, 15 NOVEMBER 2019 | 07:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Calon presiden Taiwan dari kubu oposisi, Han Kou-yu menyerukan agar Taiwan kembali konsensus dengan daratan dengan prinsip bahwa hanya ada satu China. Meski begitu, dia menentang formula China untuk penyatuan dengan prinsip "satu negara, dua sistem" seperti yang diterapkan di Hong Kong.

Diketahui bahwa Taiwan akan menggelar pemilu presiden pada bulan Januari mendatang di tengah ketegangan hubungan Taiwan dengan China. Negeri tirai bambu menginginkan penyatuan kembali dengan Taiwan yang dianggap sebagai provinsi "membandel". Sedangkan Taiwan di bawah kepemimpinan Presiden Tsai Ing Wen ingin Taiwan berdiri sendiri.

China sendiri resmi menghentikan komunikasi dengan Taiwan sejak Tsai menjabat pada tahun 2016 lalu. Tsai diketahui mewakili Partai Progresif Demokratik yang berhaluan independen.


Semasa pemerintahannya, Tsai menolak mengakui kesepakatan yang dicapai antara Partai Komunis China dan Partai Kuomintang (KMT) yang sebelumnya berkuasa di Taiwan. Kesepakatan itu menyebut bahwa kedua belah pihak termasuk "satu China", namun masing-masing pihak memiliki interpretasi mereka sendiri tentang makna "satu China" tersebut.

Kini, calon presiden dari KMT, Han mengatakan bahwa konsensus yang dicapai pada tahun 1992 tersebut adalah alat "ajaib" untuk stabilitas dan komunikasi di seluruh Selat Taiwan.

"Dengan konsensus 92, banyak masalah lintas selat dapat diselesaikan," kata Han, seperti dimuat Channel News Asia.

Dia berjanji akan memulai kembali dialog dengan China jika terpilih sebagai presiden.

"Lembaga-lembaga dialog antara Taiwan dan daratan berada dalam kondisi jalan buntu. Ini adalah keadaan yang sangat buruk bagi 23 juta orang di Taiwan," tambahnya.

Han tidak secara langsung menjawab pertanyaan wartawan soal apakah dia mendukung penyatuan, tetapi dia mengatakan bahwa proposal "satu negara, dua sistem" ala China tidak akan dapat diterima di Taiwan.

"Saya ingin memberi tahu Beijing bahwa demokrasi dan kebebasan bukanlah momok besar," kata Han.

"Satu negara, dua sistem sama sekali tidak memiliki pasar di Taiwan," tegas Pria 62 tahun itu.

Han sendiri bukan merupakan tokoh baru dalam dunia perpolitikan Taiwan. Dia memperoleh popularitas nasional setelah memenangkan pemilihan walikota tahun lalu dengan janji menjalin hubungan ekonomi yang lebih erat dengan China.

Han sebelumnya menggambarkan kemerdekaan Taiwan lebih menakutkan daripada sifilis dan memperingatkan bahwa pemilihan ulang Tsai dapat menyebabkan "letusan gunung berapi" dalam hubungan lintas selat.

Dia memicu kontroversi tahun ini setelah menggelar pertemuan dengan beberapa pejabat senior di China serta pemimpin Hong Kong Carrie Lam.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya