Berita

Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haytar menemui Menteri Pertahanan Prabowo Subianto/RMOL

Politik

Realisasi UUPA Tak Maksimal, Wali Nanggroe Temui Menhan

KAMIS, 14 NOVEMBER 2019 | 02:16 WIB | LAPORAN: AZHARI USMAN

Penerapan Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) sebagai turunan Memorendum of Undestanding (MoU) Helsingki antara pemerintah dengan kelompok GAM dinggap belum berjalan maksimal.

Untuk membahas ini, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haytar menemui Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Menurut Staf Khusus Wali Nanggroe, Kamaruddin Abubakar, dalam pertemuan itu, keduanya membahas beberapa poin krusial dan mendesak yang belum tersentuh.

"Bidang ekonomi misalnya, pemerintah pusat harus menyerahkan pengelolaan pelabuhan laut dan bandar udara kepada Aceh. Begitu juga masalah perdagangan dan bisnis internasional yang masih terkendala peraturan dan UU Nasional," kata Kamaruddin Abubakar pada Kantor Berita Politik RMOL di Banda Aceh, Rabu (13/11).


Kamaruddin menambahkan, permasalahan lain yang dilaporkan pada Menhan adalah  soal perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara sampai hari ini belum merujuk pada tapal batas atau Peta bertanggal 1 Juli 1956, sebagaimana diamanahkan dalam poin 1.1.4 MoU Helsinki.

“Masalah lain adalah terkait perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara, dan masalah Pembentukan Badan Adhoc serta persoalan re-intergrasi juga belum dituntaskan oleh pemerintah pusat," imbuhnya.

Lebih lanjut Kamaruddin menuturkan, pertemuan Wali Nanggroe dengan Menhan kali ini merupakan tindak lanjut pertemuan Wali Nanggroe dengan mantan Wapres Jusuf Kalla.

“Prabowo sendiri menyampaikan respon positif terkait pertemuannya dengan Wali Nanggroe. Masalah-masalah yang ada di Aceh seharusnya sudah selesai sejak lama," kata Kamaruddin meniru ucapan Prabowo.

Pertemuan itu berlangsung pada Selasa 12 November 2019, di Ruang Kerja Kementerian Pertahanan RI, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Delegasi yang dipimpin Wali Nanggroe juga didampingi anggota DPR dari Aceh, Dahlan Jamaluddin, dan Staf Khusus Raviq. Sementara Prabowo didampingi juru bicara, Dahnil Simanjuntak.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya