Berita

Pertemuan Kapolri dan PBNU/Ist

Politik

Ketum PBNU: Celana Cingkrang Itu Kecil Untuk Menag, Ada Masalah Yang Lebih Besar

SELASA, 12 NOVEMBER 2019 | 19:12 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Persoalan celana cingkrang dan cadar dinilai terlalu kecil dibahas seorang Menteri Agama. Padahal, ada masalah lain yang hingga kini masih jadi pekerjaan rumah bagi menteri pembantu presiden.

Begitu dikatakan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj merespon polemik rekomendasi larangan celana cingkrang dan cadar kepada ASN oleh Menteri Agama Fachrul Rozi.

“(soal celana cingkarang dan cadar) Itu (masalah) kecil, yang masalah besar adalah bagaiman menyelesaikan deradikalisasi. Itu supaya sukses,” kata Said di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (12/11).


Ia tak ingin hanya karena masalah celana cingkrang membuat Indonesia seperti negara-negara di Timur Tengah yang hancur akibat tindak terorisme dan paham radikalisme yang tidak bisa diselesaikan oleh negara.

“Misalnya Irak sudah 1,5 juta nyawa menghilang, Afghanistan 40 tahun perang saudara, Mesir belum selesai, Libya masih ribut, jangan sampai seperti itu. Maka yang penting bagaiman kita menyosialisasikan gotong royong, persaudaraan sebangsa se-Tanah Air, kita ini bersaudara,” jelas Said.

“Soal jenggot atau cingkrang itu masalah kecil lah,” sambung dia.

Menurutnya, atribut dan tampilan seseorang seperti celana cingkrang, jenggot, dan cadar menurut Said belum bisa dikategorikan sebagai radikal.

“Banyak kiai-kiai jenggotan, enggak radikal. kiai-kiai NU banyak yang berjenggot, enggak radikal,” pungkas Said.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya