Berita

Kapolri Jenderal Idham Azis menyambangi Kantor PBNU/Ist

Presisi

Sambangi PBNU, Kapolri: Komitmen NU Untuk NKRI Tak Perlu Diragukan

SELASA, 12 NOVEMBER 2019 | 17:16 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kapolri Jenderal Idham Azis mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (12/11).

Dalam kunjungannya, Kapolri langsung disambut oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj beserta jajaran di ruanganya. Ia pun berujar kedatangannya merupakan bagian dari tradisi sebagai Kapolri baru.

“Saya datang untuk bersilaturahmi. Ini merupakan tradisi yang sudah berjalan begitu baik dari pendahulu-pendahulu saya sebelumnya,” kata Idham kepada wartawan di kantor PBNU.


Mantan Kabareskrim Polri ini menekankan, selama ini kontribusi NU terhadap institusi Polri sangat besar dalam rangka membawa Indonesia menuju ke arah yang lebih baik, aman dan tertib. Dan Polri, kata Idham, tidak mungkin bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan hal tersebut.

“Tidak mungkin bekerja sendiri tanpa bantuan teman-teman sekalian yang ada di PBNU. Kita tahu bersama bahwa PBNU ini adalah ormas Islam terbesar di Indonesia yang komitmennya terhadap NKRI tidak perlu diragukan lagi,” pungkas Idham.

Sementara itu, Ketum PBNU Said Aqil Siradj menyampaikan, sudah sewajarnya NU dan Polri bergandengan tangan dalam rangka untuk memperkuat civil society. Dengan begitu, maka struktur sosial akan kokoh.

“Seperti di Timur Tengah tidak memiliki struktur sosial, yang ada cuma suku dan Parpol, tidak ada sosial grouping. Kita ini NU dan Muhammadiyah, kita ini struktur sosial,” jelas Said.

Said tak lupa juga mengucapkan terima kasih kepada TNI dan Polri yang berhasil mengamankan sekaligus menyukseskan Pileg dan Pilpres pada April 2019 yang lalu.

“Tugas yang berat. Di dunia ini tidak ada Pileg dan Pilpres yang seramai di Indonesia. Tapi kita lalui dengan damai dan aman,” demikian Said.

Dalam kunjungannya ini, Kapolri didampingi oleh Wakabaintelkam Irjen Suntana, Kadiv Propam Irjen Listyo Sigit Wibowo, Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal, Dir Tipidter Brigjen Fadil Imran, Dir Tipidum Brigjen Nico Afinta.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya