Berita

Anies Baswedan dan Surya Paloh/Net

Politik

Pengamat: PDIP Makin Merasa Terancam Dengan Langkah Nasdem Bidik Anies

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 | 11:34 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Manuver Partai Nasdem merupakan hal yang wajar. Sebab sebagai partai, Nasdem berhak untuk menentukan arah politik sendiri.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai bahwa partai besutan Surya Paloh itu juga berhak menjalin komunikasi untuk menggalang kekuatan di 2024.

“Jadi tidak ada yang ganjil. Nasdem tentu bebas menentukan langkah parpol, termasuk bermanuver dini menggalang komunikasi untuk 2024, baik dengan Anies maupun PKS,” katanya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (11/11).


Dedi membaca bahwa Nasdem mulai berancang-ancang untuk membawa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke arena Pilpres 2024. Hal itu setidaknya dilihat dari pemberian panggung pada Anies di pembukaan Kongres II Nasdem.

“Ada potensi Nasdem membidik Anies untuk 2024,” tegasnya.

Langkah ini, sambung Dedi, akan membuat hubungan antara Nasdem dengan mitra koalisi menegang. Khususnya dengan PDIP yang merasa tidak nyaman dengan kegiatan partai lingkaran Jokowi di luar koalisi.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sempat mempertontonkan adanya hubungan yang tidak harmonis dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh di beberapa kesempatan. Mulai dari tidak menyapa Surya di Kongres PDIP, hingga tidak bersalaman saat pelantikan Joko Widodo-Maruf Amin.

“Sikap Megawati itu, kita bisa melihat jika PDIP merasa terancam di 2024, padahal waktu masih sangat lama, tetapi gelagat ketidaksukaan itu muncul,” ujarnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya