Berita

Pedro Sánchez/The Guardian/Net

Dunia

Pemilu Spanyol Gagal Hasilkan Suara Mayoritas, Kebuntuan Politik Belum Usai

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 | 07:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Partai sosialis yang berkuasa di Spanyol berhasil memenangkan pemilihan umum yang digelar pada hari Minggu (10/11). Meski begitu, lagi-lagi mereka gagal mengamankan suara mayoritas.

Partai Pekerja Sosialis Spanyol (PSOE), yang dipimpin oleh penjabat perdana menteri, Pedro Sánchez, memenangkan 120 kursi parlemen atau tiga lebih sedikit dari pada pemilihan April lalu.

Sementara Partai Rakyat konservatif (PP) memenangkan 87 kursi dan Partai Vox barada di urutan ketiga dengan 52 kursi.


Di urutan selanjutnya ada Partai Podemos Unidas dengan 35 kursi, diikuti oleh Catalan Republican Left yang pro-kemerdekaan dengan 13 kursi. Sedangkan Partai Rakyat merosot ke posisi keenam ketika 57 kursi yang diambilnya tujuh bulan lalu berkurang menjadi hanya 10 kursi dalam pemilu kali ini.

Namun partisipasi pemilih dalam pemilu kali ini merosot menjadi 69,9 persen, bila dibandingan pemilu bulan April lalu di mana partisipasi pemilih adalah sebesar 75,5 persen.

Meski begitu, hasil pemilu kali ini, Spanyol tidak lebih dekat untuk mengakhiri kebuntuan politik, karena tidak ada atupun partai yang memiliki suara mayoritas dan memiiki legitimasi untuk membentuk pemerintahan.

Pemimpin Partai Sosialis Pedro Sanchez mengatakan bahwa dia bermaksud untuk membentuk pemerintahan progresif dan mendesak lawan dan lawannya untuk tidak menghalangi jalannya.

"Saya ingin menyerukan kepada partai-partai politik lainnya untuk bertindak dengan murah hati dan bertanggung jawab untuk membuka blokir situasi politik di Spanyol," katanya.

Sementara pemimpin PP, Pablo Casado, mengatakan bola sekarang dengan kuat berada di tangan Sanchez.

"Kami akan melihat apa yang disarankan Pedro Sánchez dan kemudian kami akan memenuhi tanggung jawab kami karena Spanyol tidak dapat terus mengalami jalan buntu," ujarnya, seperti dimuat The Guardian.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya