Berita

Waketum Partai Gelora, Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Lahirkan Gelora, Fahri Hamzah Ingin Bantah Teori Bikin Partai Harus Dengan Dana Besar

MINGGU, 10 NOVEMBER 2019 | 17:39 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Fahri Hamzah melaksanakan syukuran Partai Gelombang Rakyat (Gelora) bersama sejumlah tokoh di Restoran Upnormal, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Minggu (10/11).

Partai yang baru seumur jagung tersebut didirikan oleh beberapa orang eks petinggi PKS, salah satunya Anis Matta dan Fahri Hamzah. Muncul pertanyaan dari mana dana yang didapat para politikus tersebut untuk membangun partai baru.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menyampaikan, untuk acara syukuran di Upnormal hari ini, berasal dari dana relawan yang menyumbang untuk syukuran partai.


“Untuk acara kafe ini enggak seberapa, acara di hotel enggak seberapa, kita punya tradisi voluntary yang luar biasa, terus terang kami mau bantah asumsi lama soal politik, politik itu harus ada cukong, ini enggak ada,” ungkap Fahri di Kemang, Minggu (10/11).

Dengan adanya Partai Gelora, Fahri dkk ingin membantah mengenai asumsi lama soal politik yang mengharuskan memiliki mahar besar untuk berdiri.

“Itu adalah pasar ide. Ini yang penting ide dulu udah ada, gimana artikulasi masyarakat tersampaikan yang penting idenya dulu apa, mampu nggak anda artikulasikan keadaan masyarakat yang memungkinkan partai ini dipilih dan digandrungi oleh masyarkat,” tambahnya.

Mengenai penyandang dana partai politik, Fahri mengatakan dana yang dikumpulkan sesuai dengan undang-undang.

“Itu dia yang mau kami bantah karena kita menganggap bahwa dana itu sudah ada UU-nya dan kita mengumpulkan dana sesuai UU. Jadi teori kalau anda nggak kaya enggak bisa bisa bikin partai, itu menurut saya kita bantah itu. Jadi kita harus kembangan terlebih dahulu idenya itu apa,” tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya