Berita

Rapat dengan Menteri Agama Fachrul Razi di Komisi VIII DPR/RMOL

Politik

Di Komisi VIII, Menag Fachrul Razi Langsung Dicecar Soal Cadar Dan Celana Cingkrang

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 | 11:47 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisi VIII DPR RI memanggil Menteri Agama, Fachrul Razi dalam rapat perdana di ruang rapat Komisi VIII, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada hari ini, Kamis (7/11).

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto langsung mencecar Menteri Agama Fachrul Razi saat rapat baru dimulai. Politisi PAN itu mengungkit masalah larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor instansi pemerintah.

Yandri menilai hal tersebut perlu diluruskan, mengingat wacana itu menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.


“Beberapa pernyataan Pak Menteri yang saya kira penting untuk konfirmasi langsung di forum terhormat ini. Misalkan bagaimana Pak Menteri menyatakan bahwa cadar dan celana cingkrang perlu diatur sedemikian rupa terutama di ASN,” ujar Yandri.

Yandri menegaskan wacana yang diusulkan oleh mantan wakil panglima TNI itu keliru terkait wacana program radikalisasi yang menyinggung cara berpakaian.

“Nah itu menjadi pro dan kontra yang tinggi,” tegasnya.

Yandri memandang terlalu sederhana bila cara berpakaian terutama penggunaan celana cingkrang dan cadar oleh ASN dikaitkan dengan radikalisme.

Terlebih, BNPT sudah menyampaikan bahwa radikalisme tidak ada hubungan dengan cara berpakaian orang.

"Kalau kita liat bom Thamrin itu pakai blue jeans, Pak. Di New Zealand yang menembaki masjid itu pakaian milenial. Kelompok kriminal bersenjata di Papua itu bukan celana cingkrang yang membunuh tentara dan sipil," jelasnya.

Yandri khawatir pernyataan Fachrul yang mengaitkan cadar dan celana cingkrang dengan radikalisme bakal menimbulkan kegaduhan baru di masyarakat.

"Bagaimana orang baik-baik atau yang tidak masalah selama ini merasa tersinggung ketika Pak menteri sampaikan celana cingkrang bermasalah, cadar bemasalah," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya