Berita

Menteri KKP Edhy Prabowo/Ist

Politik

KKP Luncurkan King Kobia Sebagai Komoditas Budidaya Ikan Baru di Indonesia

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 | 05:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengembangkan sektor budidaya perikanan. Salah satunya, dengan meluncurkan komoditas ikan budidaya terbaru, king cobia (kobia).

Peluncuran dilakukan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pada pembukaan Aquatica Asia dan Indoaqua 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (6/11).

Edhy menyampaikan, apresiasinya kepada Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPPL) Lampung dan para stakeholder terkait yang telah berhasil memproduksi ikan kobia secara massal. Keberhasilan ini, kata Edhy menambah daftar varian komoditas budidaya yang memiliki nilai ekonomis tinggi.


“Saya menyampaikan selamat dan sangat bangga atas keberhasilan teman-teman BBPPL Lampung dan stakeholders yang terlibat dalam pengembangan komoditas king kobia. Saya pikir ini adalah salah satu tambahan baru pengembangan spesies ikan budidaya. Kami harapkan ke depan akan tumbuh spesies-spesies baru yang bisa kita kembangkan,” ucapnya.

Edhy menjelaskan, king kobia merupakan komoditas ikan laut yang sedang naik daun dan terus disosialisasikan kepada para pembudidaya. Teknologi budidaya king kobia di BBPBL Lampung telah berkembang pesat dan sukses dalam melakukan pemeliharaan induk, pemijahan induk, pemeliharaan larva, produksi benih, serta kegiatan produksi ukuran konsumsi di Keramba Jaring Apung (KJA).  

BBPBL Lampung, tambah Edhy telah memulai kegiatan pemeliharaan larva kobia di hatchery secara indoor dari tahun 2009. Dengan berbagai tahapan teknologi yang telah dilakukan, dapat dijelaskan bahwa King kobia bukan merupakan ikan hasil rekayasa genetika.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Sobejkato mengatakan, king kobia (Rachycentron canadum) akan dikembangkan menjadi komoditas unggulan baru subsektor perikanan budidaya. Sebab, king kobia merupakan spesies ikan laut karnivora yang memiliki sejumlah keunggulan untuk dibudidayakan.

King kobia memiliki performa pertumbuhan yang cepat yakni 4-6 kg setahun. Selain itu, king kobia juga mudah untuk diadaptasikan, dipijah, dan dibesarkan dalam kondisi budidaya. Waktu pemeliharaannya pun relatif lebih singkat dibandingkan dengan ikan laut lainnya (berat ikan 3 kg dalam 9 bulan). Dari segi konsumsi, king kobia juga memiliki keunggulan karena mengandung EPA, DHA, dan asam lemak omega 3 lainnya. Kualitas dagingnya juga sempurna dengan tekstur dagingnya yang putih.

“Sedangkan dari segi pemasaran, king kobia memiliki pasar yang luas karena dapat dipasarkan sebagai ikan segar beku maupun fillet. Selain itu, king kobia juga banyak digunakan untuk sport fishing,” lengkapnya.  

Slamet mengurai, pasar king kobia masih terbuka luas, baik pasar dalam negeri maupun pasar ekspor. Slamet mengatakan, preferensi konsumen terhadap kualitas daging kobia ini sangat baik. Selain itu, pasar ekspor ikan kobia cukup terbuka antara lain Hongkong, Taiwan, Jepang, Australia, dan Eropa.

“Sebagai negara yang telah berhasil kembangkan kobia, ini menjadi peluang tersendiri bagi Indonesia untuk mendominasi supply share, dan tentunya akan menambah devisa ekspor,” kata Slamet.

Pengembangan budidaya king kobia akan dilakukan  melalui budidaya ikan yang baik dan tersertifikasi yang menerapkan kaidah Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) dan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dengan standar Internasional yang sesuai dengan permintaan pasar perikanan global. Melalui sertifikasi tersebut, bukan hanya aspek mutu, food safety, dan social responsibility, namun juga menerapkan aspek aspek keberlanjutan.  


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya