Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Fahri Hamzah Yakin Ekonomi Indonesia Membaik Karena UU KPK Baru Diteken

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 | 05:11 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Arah sikap kritis mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mulai dikomentari para netizen yang menganggap sudah menjadi "Cebong" karena terlihat respek terhadap Presiden Joko Widodo.

Sikap respect tersebut berkenaan dengan keputusan Presiden Jokowi yang berani merealisasikan pendapat Fahri Hamzah yang menginginkan adanya revisi UU KPK sejak 2007 lalu.

"Saya melihat (KPK) ada kesalahan dan harus diperbaiki. Nah saya enggak ngerti tiba-tiba saya dituduh cebong itu. Gara-gara 2007 saya mulai kritik KPK, terus ada presiden yang bisa memahi pikiran saya 2019 dia setuju revisi UU KPK. Gara-gara pak jokowi setuju dengan pikiran saya, saya disebut cebong gak apa-apa," kata Fahri Hamzah dalam acara diskusi dengan teman "Menghimpun Kebaikan" di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan pada Rabu (6/11) malam.


Bahkan, Fahri mengaku rela dianggap sebagai "cebong" karena sangat menggebu-gebu menginginkan KPK diawasi.

"Supaya KPK lemah saya mau jadi cebong. Karena pelemahan KPK itu sarat dari penguatan republik, sarat penguatan negara hukum," tegasnya.

Anggapan bahwa Fahri mulai respek terhadap Presiden Jokowi juga dibenarkan Fahri. Hal itu dikarenakan hanya Presiden Jokowi yang berani mengambil keputusan untuk melakukan Revisi UU KPK.

"Saya percaya apa yang dilakukan pak Jokowi ini akan membantu perekonomian, saya percaya secara teoritis. Saya punya banyak teman di luar yang berbicara ada satu yang pak Jokowi lakukan yaitu meminta audit menyeluruh terhadap KPK, ekonomi akan meledak, ekonomi akan hebat, itu saya percaya. Dan silahkan lah para ekonom berdebat, tapi saya merasa kepastian itu ditandai oleh keberanian presiden bersikap kepada KPK," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya