Berita

Kepala Kantor BI Papua, Naek Tigor Sinaga dan Pangdam XVII/ Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab melakukan sosialisasi mata uang palsu di Papua/Ist

Nusantara

Di Papua, BI Sosialisasikan Cara Bedakan Uang Palsu

RABU, 06 NOVEMBER 2019 | 20:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Bank Indonesia melalui Kepala Kantor BI Papua, Naek Tigor Sinaga menggelar sosialisasi di Aula Tony A Rompis, Makodam Cenderawasih mengenai keaslian mara uang rupiah, Rabu (6/11).

Sosialisasi tersebut dihadiri Pangdam XVII/ Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab dan Ketua Persit KCK PD XVII/Cenderawasih, Mudi Herman Asaribab beserta jajarannya.

Dalam sosialisasi tersebut, Naek menekankan bahwa warga Papua berhak mengetahui dan mampu membedakan keaslian uang. Hal ini penting mengingat belakangan beredar uang palsu di Papua.


“Uang palsu pasti bisa dibuktikan. hal ini sangat beralasan karena dalam pembuatan uang asli diberikan beberapa hal yang tidak mungkin ditiru, salah satunya adalah benang pengaman,” ucap Naek di Papua.

Dia menuturkan, uang asli dan palsu sangat jauh berbeda meski dibuat dari mesin canggih sekalipun. Menurutnya, uang palsu akan tetap memiliki celah yang bisa dikenali.

"Jika masih ragu, Bank Indonesia memberikan rumus 3D sebagai cara yang tepat membedakan mana uang yang asli dan palsu, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya