Berita

Airlangga Hartarto-Wilbur Ross/RMOL

Bisnis

Menko Airlangga Dan Menteri Perdagangan AS Bahas Kerjasama Investasi

RABU, 06 NOVEMBER 2019 | 18:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto bersama Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross melakukan pertemuan secara tertutup membahas sejumlah agenda strategis terkait kerjasama Indonesia-AS di bidang investasi.

"Kita membahas kerjasama Indonesia dengan Amerika yang sudah 70 tahun. Juga membahas isu detail terkait dengan investasi dan kerjasama Amerika di Indonesia," ujar Airlangga saat jumpa pers di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (6/11).

Selain itu, Airlangga juga mengatakan pihaknya bersama pemerintah Amerika membahas kebijakan perdagangan bea masuk impor terhadap ekspor atau Generalizes System of Preferences (GSP) antara Indonesia-AS.


"Juga terkait dengan finalisasi review GSP yang diharapakan segera dilakukan. Dan Indonesia, akan segera mengirim tim Kemendag dan Amerika juga mengundang Indonesia untuk ikut event di Amerika tentang investasi," tuturnya.

Kemudian, Airlangga juga meneruskan rencana Menteri Luar Negeri Retno Marsudi soal Indonesia-Pasific dan Pasific Summit yang akan digelar tahun depan. Adapun, kerjasama yang akan dilakukan itu menyangkut berbagai sektor.

"Bersama Menlu tadi menyampaikan kerjasama Indo-Pacific, dan rencana Indonesia membuat Indo-Pacific Summit tahun depan. Juga dibahas teknis delegasi bisnis yang ada di Indonesia untuk bekerjasama diberbagai sektor mulai dari penerbangan, kesehatan, sektor-sektor jasa lainnya," kata Airlangga.

"Termasuk di Tesla, Haniwell dan banyak perusahan Amerika lain yang ingin memanfaatkan perkembangan ekonomi di Indonesia," sambung ketua umum Partai Golkar itu.

Secara keseluruhan, Airlangga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan memfasilitasi rencana bisnis dan kerjasama bilateral dengan pemerintah Amerika. Rencananya, dalam waktu tiga bulan pemerintah Indonesia akan memperbaiki regulasi Omnibus Law atau (membuat UU baru untuk mengamandemen beberapa UU sekaligus).

"Pada prinsipnya pemerintah akan memfasilitasi termasuk mempermudah, karena ada permintaan juga mengenai batasan-batasan mengenai permodalan dan kemitraan. Nah, ini yang dijanjikan dalam waktu tiga bulan. Pemerintah akan memperbaiki yang kami masukan ke dalam Omnibus Law," demikian Airlangga.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya