Berita

RDP Komisi II dengan Mendagri/RMOL

Politik

Berkaca Kematian Ratusan KPPS, PKS Minta Tito Karnavian Evaluasi Pilkada

RABU, 06 NOVEMBER 2019 | 17:36 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pelaksanaan Pilkada harus segera dievaluasi agar tidak ada lagi ratusan korban dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang berjatuhan seperti Pemilu Serentak 2019 lalu.

Begitu tekan Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPR  dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11).

“Banyak UU Pilkada ini (perlu dievaluasi), termasuk waktunya, itu kita evaluasi lagi. Ratusan itu meninggal kan, itu baru pileg sama pilpres jadi satu," kata Jazuli.


Menurutnya, UU Pilkada tersebut merupakan hasil kajian dan dibuat oleh manusia, yang tentu memiliki ada kekurangan dan kelebihan. Karenanya, perlu dievaluasi agar saat pemilu tidak ada lagi korban yang berjatuhan.

"Kalau seumpama di revisi, buat PKS selama itu menuju yang lebih baik kita dukung saja revisi," ujarnya.

Dia yakin bahwa revisi UU Pilkada itu bisa diselesaikan akhir tahun 2019 ini. Sebab, UU Pilkada yang ada tidak dirombak secara keseluruhan.

PKS, sambungnya, mendukung Kemendagri memasukan aturan pelarangan mantan narapidana korupsi mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

"Saya Kira itu bagus larangan itu, meskipun orang setelah dihukum itu kan istilahnya tidak ada dosa yang melekat,” pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya