Berita

Mike Pompeo/Net

Dunia

Menlu AS Cemaskan Nasib Keluarga Aktivis Uighur Di Xinjiang

RABU, 06 NOVEMBER 2019 | 10:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat terganggu dengan berbagai laporan yang menyebut bahwa pemerintah China telah melecehkan, memejanarakan atau menahan secara berwenang-wenang anggota keluarga dari aktivis muslim Uighur di Xinjiang yang membuka suara kepada publik soal penindasan yang mereka alami.

Keresahan itu diutarakan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada Selasa (5/11).

"Dalam beberapa kasus, pelanggaran ini terjadi tidak lama setelah pertemuan dengan pejabat senior Departemen Luar Negeri," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan.


Pompeo merujuk kepada beberapa individu yang keluarganya disebut-sebut secara langsung terkena dampak dari perlakuan pemerintah China terhadap Uighur. Salah satu di antaranya adalah Zumrat Dawut, yang merupakan salah satu aktivis Uighur yang menyuarakan pengalamannya di sela-sela Sidang Umum PBB pada bulan September lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Dawut berbicara tentang bagaimana dia ditahan oleh pemerintah China awal tahun ini dan ditahan di sebuah kamp.

"Baru-baru ini, Dawut mengetahui ayahnya yang sudah lanjut usia, yang dilaporkan ditahan dan diinterogasi beberapa kali oleh pihak berwenang China di Xinjiang dalam beberapa tahun terakhir, baru-baru ini meninggal dunia dalam keadaan yang tidak diketahui," kata Pompeo, seperti dimuat Reuters.

Dia kembali menegaskan seruan kepada China untuk menghentikan semua bentuk pelecehan terhadap warga Uighur.

"Kami sekali lagi menyerukan Beijing untuk menghentikan semua pelecehan terhadap warga Uighur yang tinggal di luar China dan untuk memungkinkan keluarga berkomunikasi secara bebas tanpa dampak," tegas Pompeo.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya