Berita

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani/Net

Dunia

Diblokade Negara-negara Arab Sejak 2017, Ekonomi Qatar Berhasil Maju

RABU, 06 NOVEMBER 2019 | 06:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Qatar berhasil mengatasi efek dari blokade yang diberlakukan oleh negara-negara Arab pada tahun 2017 silam.

Begitu kata Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani kepada Dewan Shura Qatar pada hari Selasa (5/11). Dalam kesepatan itu, dia menguraikan pencapaian ekonomi negara itu dan mengatakan negara Teluk akan terus mengembangkan ketahanan pangan dan sektor energi terbarukan sambil bekerja untuk lebih mendiversifikasi ekonominya.

"Kami telah mengatasi hambatan blokade dan kami juga semakin dekat untuk mencapai visi nasional Qatar untuk tahun 2030," kata emir itu.


Sheikh Tamim lebih lanjut mengatakan, Qatar selalu siap untuk menyelesaikan perbedaan berdasarkan pada prinsip saling menghormati dan tidak campur tangan dalam urusan internal.

Sementara itu di bidang ekonomi, sang emir mengatakan bahwa Qatar akan membukukan surplus anggaran tahun ini, yang pertama dalam tiga tahun, setelah defisit setahun yang lalu.

Dalam pidato yang juga disiarkan di televisi itu, Sheikh Tamim mengatakan bahwa mata uang negara itu mempertahankan nilainya meskipun banyak upaya untuk mengganggunya sejak awal krisis diplomatik Teluk.

Bukan hanya itu, Qatar juga mengalami pertumbuhan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, pangan dan pertanian.

"Kami menjalankan program nasional yang meningkatkan produksi lokal," kata Sheikh Tamim, merujuk secara khusus pada tiga tahun terakhir.

"Lebih penting lagi, pemerintah berusaha untuk menyeimbangkan kembali anggaran negara, dan bekerja untuk mengurangi pengeluaran publik sambil membiarkan proyek-proyek prioritas tidak terpengaruh," tambahnya.

"Laporan menunjukkan bahwa ada peningkatan nyata dalam diversifikasi ekonomi dan peningkatan sektor swasta, serta peningkatan di sektor pertanian dan perikanan," tegasnya.

Dalam sambutannya, Sheikh Tamim mencatat ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan diversifikasi ekonomi dan mendorong pertumbuhan sektor swasta negara itu.

"Mengurangi proses birokrasi yang menghambat kemajuan dan pembangunan juga merupakan tujuan utama," tegasnya, seperti dimuat Al Jazeera.

Diketahui bahwa pada 5 Juni 2017, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar, menutup hubungan darat, udara dan laut. Mereka menuduh Qatar mendukung "terorisme" dan saingan regional mereka, Iran. Qatar dengan keras membantah tuduhan itu dan mengatakan boikot itu bertujuan untuk melanggar kedaulatannya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya