Berita

Jaya Suprana/Istimewa

Jaya Suprana

Pasang Surut Nasib Golput

SENIN, 04 NOVEMBER 2019 | 08:44 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI MASA Orba, pemilu benar-benar memilukan. Pemilu diatur sedemikian rupa oleh penguasa demi mempertahankan kekuasaan mereka. Maka cukup banyak tokoh masyarakat seperti Gus Dur dan Arief Budiman menyatakan enggan ikut pemilu. Mereka yang tidak mau ikut memilih dalam pemilu disebut oleh penguasa sebagai Golput. Kemudian dihujat sebagai pengkhianat bangsa yang tidak bertanggung-jawab atas masa depan bangsa.

Syukur Alhamdulillah

Syukur alhamdullilah, rezim Orba digulingkan oleh kaum reformis demi menegakkan pilar-pilar demokrasi di persada Nusantara tercinta. Mulai 2004, Orde Reformasi menyelenggarakan pemilu yang lebih menyerupai pemilu beneran, ketimbang pemilu-pemiluan yang diselenggarakan sebagai kosmetik diktatorisme Orde Baru.

Memilih atau tidak memilih adalah hak asasi manusia, maka tidak ada yang mempermasalahkan Golput. Segenap pihak menghormati hak asasi manusia untuk memilih mau pun tidak memilih.

Memilih atau tidak memilih adalah hak asasi manusia, maka tidak ada yang mempermasalahkan Golput. Segenap pihak menghormati hak asasi manusia untuk memilih mau pun tidak memilih.

Namun, akibat ada pihak yang merasa kepentingannya terancam oleh Golput, maka pada Pilpres 2019 Golput yang sudah tidak dipermasalahkan mendadak kembali dihujat sebagai pengkhianat bangsa.

Kaum Golputer kembali dituduh tidak bertanggung-jawab atas masa depan bangsa. Suasana pemilu yang memilukan di masa Orba  mendadak muncul kembali di masa Oref! Ternyata Oref sekadar replay Orba.

Bingung
Setelah masyarakat sudah mulai terbiasa menghujat Golput, sekonyong-konyong muncul suasana baru yang membingungkan. Mendadak Prabowo berangkulan dengan Jokowi bahkan kemudian Prabowo menjadi Menteri Pertahanan di dalam kabinet Presiden Jokowi.

Para Golputer yang akibat dihujat maka terpaksa memilih Jokowi atau Prabowo merasa bingung, sebab ternyata pilihan mereka malah berdamai dengan bukan pilihan mereka.

Sementara mereka yang pura-pura memilih dengan diam-diam menyoblos kedua capres juga bingung menyaksikan adegan kedua capres yang semula seolah-olah sengit berlaga-laga, ternyata mesra berdamai-damai.

Sampai saat naskah ini saya tulis masih belum diketahui bagaimana nasib para Golputer pada Pilpres 2024. Belum jelas apakah Golput akan kembali dihujat seperti pada Pilpres 2019 atau kembali dihormati seperti pada Pilpres setelah 2004 dan sebelum Pilpres 2019, akibat memilih atau tidak memilih memang secara konstitusional bukan kewajiban asasi, namun hak asasi manusia  

Penulis adalah pembelajar demokrasi.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:17

Istana: Perbedaan Pandangan soal Board of Peace Muncul karena Informasi Belum Utuh

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:12

Sekolah Garuda Dibuka di Empat Daerah, Bidik Talenta Unggul dari Luar Jawa

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:05

Menag: Langkah Prabowo soal Board of Peace Ingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:39

Ini Respons Mendikti soal Guru Besar UIN Palopo Diduga Lecehkan Mahasiswi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:35

Polri Berduka Cita Atas Meninggalnya Meri Hoegeng

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:13

Demokrat Belum Putuskan soal Dukungan ke Prabowo pada 2029

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02

MUI Apresiasi Prabowo Buka Dialog Board of Peace dengan Tokoh Islam

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:55

Jenazah Meri Hoegeng Dimakamkan di Bogor

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:53

PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Capai Rp1.700 Triliun

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:46

Selengkapnya