Berita

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/RMOL

Politik

Sowan Ke Parpol Non Koalisi, Surya Paloh Targetkan Nasdem Partai Pemenang Pemilu 2024

SENIN, 04 NOVEMBER 2019 | 05:41 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Manuver Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh yang bertandang ke Kantor DPP PKS disebut sebagai upaya menjadikan Nasdem sebagai partai papan atas.

Setelah bertandang ke PKS, Partai Nasdem sedang mengatur waktu akan sowan ke Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an melihat manuver Surya Paloh sedang memanaskan mesin politiknya untuk menjadi partai pemenang di pemilihan presiden 2024 mendatang.


Kata Ali, diantara 3 partai di luar pemerintah, Nasdem adalah partai yang memiliki kursi dan perolehan suara tertinggi.

"Secara politik, kalau Nasdem koalisi dengan PKS, PAN dan Demokrat maka akan jadi pemimpin koalisi karena suara paling tinggi di antara 3 partai tersebut.Nasdem juga bisa mengusung capres bukan lagi cawapres," tandas Ali kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu malam (3/11).

Dengan mengusung kadernya sebagai Capres, Ali memprediksi efek elektoral bagi Nasdem sangatlah tinggi. Menurutnya, target ini yang berusaha diraih oleh Surya Paloh.

"Kalau mampu mengusung capres sendiri (apalagi dari kadernya) maka Nasdem akan dapat efek ekor jas yg luar biasa. Peluang jadi partai papan atas sangat logis, dia bisa masuk 3 besar kalau skema tersebut berhasil dijalankan," tambahnya.

Bersamaan dengan pertemuan Megawati dan Prabowo di Jalan Teuku Umar, Menteng Jakarta Pusat, Surya Paloh menjamu makan siang Gubernur DKI Jakarta Anies BAswedan.

Dalam pertemuan itu, Surya Paloh memuji habis sosok Anies. Bahkan Surya Paloh tidak sungkan mengakui bahwa Anies adalah keluarga besar Nasdem. Paloh juga mengaku siap mendukung Anies maju dalam Pilpres 2024 mendatang.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya