Berita

Ketua YLBHI Jakarta, Asfinawati/RMOL

Politik

Dewan Pengawas Itu Mengawasi, Bukan Berkuasa Ikut Menjalankan Tugas

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 | 17:55 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pembentukan Dewan Pengawas sesuai UU 19/2019 tentang KPK dinilai sebagai langkah politik pemerintah dalam mencampuri penegakan hukum tanah air.

Peniliaian itu sebagaimana disampaikan Ketua YLBHI Jakarta, Asfinawati di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta, Minggu (3/11).

"Dewan Pengawas ini sangat politis, jelas sekali," ujarnya.


Persoalan dari Dewan Pengawas, kata Asfin, adalah bagaimana pemberian kewenangan yang dipandang berlebihan. Bahkan, lebih tinggi dari pimpinan KPK itu sendiri.

Pasalnya, kata dia, Dewan Pengawas memiliki kuasa penuh pada pimpinan KPK. Di mana, saat KPK akan melakukan proses penegakan hukum, maka semua harus sepengetahuan dan diizinkan Dewan Pengawas.

"Semua orang yang mengerti bahwa pengawas itu ya namanya mengawasi bukan menjalankan, kalau sekarang kan dia mengimplementasi," jelasnya.

Seharusnya, sambungnya, sebagai badan pengawasan tentu cara kerjanya adalah menyaksikan. Jika KPK ditentukan melenceng, maka saat itulah Dewan Pengawas menegur dan mengingatkan.

"Dari situ saja ada ketidaksesuaian nama dengan fungsi yang dijalankan," pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya